(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
============ ========= ====
Terjemahannya …
Cahaya putih yang membutakan mata
Menyala terang di langit Gaza malam ini
Orang-orang berlarian untuk berlindung
Tanpa tahu apakah mereka masih hidup atau sudah mati
Mereka datang dengan tank dan pesawat
Dengan berkobaran api yang merusak
Dan tak ada yang tersisa
Hanya suara yang terdengar di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Wanita dan anak-anak
Dibunuh dan dibantai tiap malam
Sementara para pemimpin nun jauh di sana
Berdebat tentang siapa yg salah & benar
Tapi kata-kata mereka sedang dalam kesakitan
Dan bom-bom pun berjatuhan seperti hujan asam
Tapi melalui tetes air mata dan darah serta rasa sakit
Anda masih bisa mendengar suara itu di tengah asap tebal
Kami tidak akan menyerah
Di malam hari, tanpa perlawanan
Kalian bisa membakar masjid kami, rumah kami dan sekolah kami
Tapi semangat kami tidak akan pernah mati
Kami tidak akan menyerah
Di Gaza malam ini
Kamis, 07 Mei 2009
Rabu, 06 Mei 2009
seni tradisional banyumasan
KESENIAN TRADISIONAL BANYUMASAN
Seni dan Budaya khas Banyumasan tumbuh dan berkembang seusia dengan peradaban Jawa Kuna.
Budaya Banyumasan juga diperkaya dengan masuknya gaya budaya Mataram (Yogya-Solo) dan Sunda (Pasundan/Priangan) dan kini mulai disisipi pernik-pernik kontemporer. Dari budaya Banyumasan ini lahir bentuk-bentuk kesenian tradisional yang juga berkarakter Banyumasan seperti ebeg, lengger-calung, angguk, wayang kulit gagrak Banyumasan, gendhing Banyumasan, begalan dan lain-lain. Sedangkan di wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah Jawa Barat lebih memiliki gaya budaya Pasundan seperti kesenian sisingaan, gendang rampak, rengkong, calung dan lain-lain.
Ebeg
Ebeg' adalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur). Tarian ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping ditelinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Jumlah penari ebeg 8 oarang atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul-tembem, seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, 7 orang lagi sebagai penabuh gamelan, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng. Tarian ebeg termasuk jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran/halaman rumah yang cukup luas. Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 – 4 jam. Peralatan untuk Gendhing pengiring yang dipergunakan antara lain kendang, saron, kenong, gong dan terompet. Selain peralatan Gendhing dan tari, ada juga ubarampe (sesaji) yang mesti disediakan berupa : bunga-bungaan, pisang raja dan pisang mas, kelapa muda (dewegan),jajanan pasar,dll. Untuk mengiringi tarian ini selalu digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti ricik-ricik, gudril, blendrong, lung gadung,( crebonan), dan lain-lain. Yang unik, disaat pagelaran, saat trans (kerasukan/mendem) para pemainnya biasa memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya, mengupas kelapa dengan gigi, makan padi dari tangkainya, dhedek (katul), bara api, dll. sehingga menunjukkan kekuatannya Satria, demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan, penthul dan cepet. Dalam pertunjukannya, ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe.
Laisan
Laisan adalah jenis kesenian yang melekat pada kesenian ebeg. Laisan dilakukan oleh seorang pemain pria yang sedang mendem, badannya ditindih dengan lesung terus dimasukkan ke dalam kurungan, biasanya kurungan ayam, di dalam kurungan itulah Laisan berdandan seperti wanita. Setelah terlebih dulu dimantra-mantara, kurunganpun dibuka, dan munculah pria tersebut dengan mengenakan pakaian wanita lengkap. Laisan muncul di tengah pertunjukan ebeg. Pada pertunjukan ebeg komersial, salah seorang pemain biasanya melakukan thole-thole yaitu menari berkeliling arena sambil membawa tampah untuk mendapatkan sumbangan. Laisan juga dikenal di wilayah lain (wetan) dan mereka biasa menyebutnya Sintren.
Lengger-Calung
Kesenian tradisional lengger-calung tumbuh dan berkembang di wilayah ini. Sesuai namanya, tarian lengger-calung terdiri dari lengger (penari) dan calung (gamelan bambu), gerakan tariannya sangat dinamis dan lincah mengikuti irama calung. Diantara gerakan khas tarian lengger antara lain gerakan geyol, gedheg dan lempar sampur.
Dulu penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita, kini penarinya umumnya wanita cantik sedangkan penari prianya hanyalah sebagai badut pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan suasana, badut biasanya hadir pada pertengahan pertunjukan. Jumlah penari lengger a Lengger-Calung === Kesenian tradisional lengger-calung tumbuh dan berkembang di wilayah ini. Sesuai namanya, tarian lengger-calung terdiri dari lengger (penari) dan calung (gamelan bambu), gerakan tariannya sangat dinamis dan lincah mengikuti irama calung. Diantara gerakan khas tarian lengger antara lain gerakan geyol, gedheg dan lempar sampur.
Dulu penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita, kini penarinya umumnya wanita cantik sedangkan penari prianya hanyalah sebagai badut pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan suasana, badut biasanya hadir pada pertengahan pertunjukan. Jumlah penari lengger antara 2 sampai 4 orang, mereka harus berdandan sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik, rambut kepala disanggul, leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka, sampur atau selendang biasanya dikalungkan dibahu, mengenakan kain/jarit dan stagen. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang lincah dan dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul sehingga terlihat sangat menggemaskan. Peralatan gamelan calung terdiri dari gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong dan gong yang semuanya terbuat dari bambu wulung (hitam), sedangkan kendang atau gendang sama seperti gendang biasa. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden. Satu grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota terdiri dari penabuh gamelan dan penari/lengger.ntara 2 sampai 4 orang, mereka harus berdandan sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik, rambut kepala disanggul, leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka, sampur atau selendang biasanya dikalungkan di bahu, mengenakan kain/jarit dan stagen. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang lincah dan dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul sehingga terlihat sangat menggemaskan. Peralatan gamelan calung terdiri dari gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong dan gong yang semuanya terbuat dari bambu wulung (hitam), sedangkan kendang atau gendang sama seperti gendang biasa. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden. Satu grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota terdiri dari penabuh gamelan dan penari/lengger.
Angguk
Tarian jenis ini sudah ada sejak abad ke 17 dibawa para mubalig penyebar agama Islam yang datang dari wilayah Mataram-Bagelen. Tarian ini disebut angguk karena penarinya sering memainkan gerakan mengangguk-anggukan kepala. Kesenian angguk yang bercorak Islam ini mulanya berfungsi sebagai salah satu alat untuk menyiarkan agama Islam. Sayangnya jenis kesenian ini sekarang semakin jarang dipentaskan. Angguk dimainkan sedikitnya oleh 10 orang penari anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Pakaian para penari umumnya berwarna hitam lengan panjang dengan garis-garis merah dan kuning di bagian dada/punggung sebagai hiasan. Celana panjang sampai lutut dengan hiasan garis merah pula, mengenakan kaos kaki panjang sebatas lutut tanpa sepatu, serta memakai topi pet berwarna hitam. Perangkat musiknya terdiri dari kendang, bedug, tambur, kencreng, 2 rebana, terbang (rebana besar) dan angklung. Syair lagu-lagu tari angguk diambil dari kitab Barzanji sehingga syair-syair angguk pada awalnya memang menggunakan bahasa Arab tetapi akhir-akhir ini gerak tari dan syairnya mulai dimodifikasi dengan menyisipkan gerak tari serta bahasa khas Banyumasan tanpa merobah corak aslinya. Bentuk lain dari kesenian angguk adalah “aplang”, bedanya bila angguk dimainkan oleh remaja pria maka “aplang” atau “daeng” dimainkan oleh remaja putri.
Wayang Kulit Gagrag Banyumasan
Sebagaimana masyarakat Jawa pada umunya, masyarakat Banyumasan juga gemar menonton pertunjukan wayang kulit. Pertunjukan wayang kulit di wilayah Banyumas lebih cenderung mengikuti pedalangan “gagrag” atau gaya pedalangan khas Banyumasan. Seni pedalangan gagrag Banyumasan sebenarnya mirip gaya Yogya-Solo bercampur Kedu baik dalam hal cerita, suluk maupun sabetannya, bahasa yang dipergunakanpun tetap mengikuti bahasa pedalangan layaknya, hanya bahasa para punakawan diucapkan dengan bahasa Banyumasan. Nama-nama tokoh wayang umumnya sama, hanya beberapa nama tokoh yang berbeda seperti Bagong (Solo) menjadi Bawor atau Carub. Menurut model Yogya-Solo, Bagong merupakan putra bungsu Ki Semar, dalam versi Banyumas menjadi anak tertua. Tokoh Bawor adalah maskotnya masyarakat Banyumas.
Ciri utama dari wayang kulit gagrag Banyumasan adalah nafas kerakyatannya yang begitu kental dan Ki Dalang memang berupaya menampilkan realitas dinamika kehidupan yang ada di masyarakat. Tokoh pedalangan untuk Wayang Kulit Gagrag Banyumasan yang terkenal saat ini antara lain Ki Sugito Purbacarito, Ki Sugino Siswacarito, Ki Suwarjono dan lain-lain.
Gending Banyumasan
Gending khas lagu-lagu Banyumasan sangat mewarnai berbagai kesenian tradisional Banyumasan, bahkan dapat dikatakan menjadi ciri khasnya, apalagi dengan berbagai hasil kreasi barunya yang mampu menampilkan irama Banyumasan serta dialek Banyumasan. Ciri-ciri khas lainnya antara lain mengandung parikan yaitu semacam pantun berisi sindiran jenaka, iramanya yang lebih dinamis dibanding irama Yogya-Solo bahkan lebih mendekati irama Sunda. Isi-isi syairnya umumnya mengandung nasihat, humor, menggambarkan keadaan daerah Banyumas serta berisi kritik-kritik sosial kemasyarakatan. Lagu-lagu gending Banyumasan dapat dimainkan dengan gamelan biasa maupun gamelan calung bambu. Seperti irama gending Jawa pada umumnya, irama gending Banyumasan mengenal juga laras slendro dan pelog.
Begalan
Begalan adalah jenis kesenian yang biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara perkawinan yaitu saat calon pengantin pria beserta rombongannya memasuki pelataran rumah pengantin wanita. Disebut begalan karena atraksi ini mirip perampokan yang dalam bahasa Jawa disebut begal. Yang menarik adalah dialog-dialog antara yang dibegal dengan sipembegal biasanya berisi kritikan dan petuah bagi calon pengantin dan disampaikan dengan gaya yang jenaka penuh humor. Upacara ini diadakan apabila mempelai laki-laki merupakan putra sulung. Begalan merupakan kombinasi antara seni tari dan seni tutur atau seni lawak dengan iringan gending. Sebagai layaknya tari klasik, gerak tarinya tak begitu terikat pada patokan tertentu yang penting gerak tarinya selaras dengan irama gending. Jumlah penari 2 orang, seorang bertindak sebagai pembawa barang-barang (peralatan dapur), seorang lagi bertindak sebagai pembegal/perampok. Barang-barang yang dibawa antara lain ilir, ian, cething, kukusan, saringan ampas, tampah, sorokan, centhong, siwur, irus, kendhil dan wangkring. Barang bawaan ini biasa disebut brenong kepang. Pembegal biasanya membawa pedang kayu. Kostum pemain cukup sederhana, umumnya mereka mengenakan busana Jawa. Dialog yang disampaikan kedua pemain berupa bahasa lambang yang diterjemahkan dari nama-nama jenis barang yang dibawa, contohnya ilir yaitu kipas anyaman bambu diartikan sebagai peringatan bagi suami-isteri untuk membedakan baik buruk. Centhing, tempat nasi artinya bahwa hidup itu memerlukan wadah yang memiliki tatanan tertentu jadi tidak boleh berbuat semau-maunya sendiri. Kukusan adalah alat memasak atau menanak nasi, ini melambangkan bahwa setelah berumah tangga cara berpikirnya harus masak/matang. Selain menikmati kebolehan atraksi tari begalan dan irama gending, penonton juga disuguhi dialog-dialog menarik yang penuh humor. Biasanya usai pertunjukan, barang-barang yang dipikul diperebutkan para penonton. Sayangnya pertunjukan begalan ini tidak boleh dipentaskan terlalu lama karena masih termasuk dalam rangkaian panjang upacara pengantin.
Rengkong
Rengkong adalah kesenian yang menyajikan bunyi-bunyian khas bagai suara kodok mengorek secara serempak yang dihasilkan dari permainan pikulan bambu. Pikulan bambu tersebut berukuran besar dan kuat tetapi ringan karena dibuat dari bambu yang sudah cukup tua, biasanya menggunakan bambu tali dengan panjang sekitar 2,6 meter. Pada kedua ujung bambu dibuat lobang persegi panjang selebar 1 cm, sekeliling bambu melintasi lobang tersebut diraut sekedar tempat bertengger tali penggantung ikatan padi. Dua ikat padi seberat ± 15 kg digayutkan dengan tali ijuk mengalungi sonari (badan rengkong bambu di tempat yang diraut). Di tengah masing-masing ikatan padi ada sunduk (tusuk) bambu sepanjang hampir 2 meter. Ujung atas sunduk bambu dimasukkan ke badan bambu rengkong dekat gantungan tali ijuk. Cara memainkannya, pikulan bambu rengkong yang berisi muatan padi diletakkan pada bahu kanan (dipikul). Pemikul mengayun-ayunkan ke kiri dan ke kanan dengan mantap dan teratur. Tali ijuk dengan beban padi yang menggantung pada badan bambu rengkong pun bergerak-gerak, gesekan tali ijuk yang keras inilah yang menimbulkan suara berderit-derit nyaring. Kalau ada beberapa rengkong yang dimainkan serempak maka akan timbul suara yang mengasyikan, khas alam petani, terlebih bila dimainkan dengan berbaris berarak-arakan maka suasananya akan lebih semarak. Kesenian tradisional para petani ini biasanya diadakan pada pesta perayaan panen atau pada hari-hari besar nasional.
Kesenian lainnya di Wilayah Banyumasan
Kesenian - kesenian lainnya (termasuk kesenian serapan) yang tumbuh berkembang di wilayah Banyumasan antara lain adalah:
Bongkel
Bongkel adalah musik tradisional Banyumasan yang mirip dengan angklung, hanya terdiri dari satu jenis instrumen dengan empat bilah berlaras slendro. Nada-nadanya 2 (ro), 3 (lu), 5 (mo), 6 (nem).
Buncis
Buncis adalah perpaduan antara seni musik dengan seni tari yang dimainkan oleh 8 orang pemain. Dalam pertunjukannya diiringi dengan perangkat musik angklung. Para pemain buncis selain menjadi penari juga menjadi pemusik serta vokalis.
Aksimuda
Aksimuda adalah kesenian bernafas Islam yang disajikan dalam bentuk atraksi pencak silat yang digabung dengan tari-tarian.
Salwatan Jawa
Salawatan Jawa adalah salah satu seni musik bernafaskan Islam dengan perangkat musik berupa trebang jawa. Dalam pertunjukannya kesenian ini menyajikan lagu-lagu yang diambil dari kitab Barzanzi.
Cowongan/ Nini Cowong
Cowongan adalah upacara “meminta hujan”. Upacara ini dilakukan bila hujan tidak turun dalam waktu yang sudah cukup lama. Wujud Nini Cowong seperti jaelangkung.
Ujungan
Ujungan adalah jenis kesenian yang agak mengerikan karena pemainnya saling sabet-sabetan dengan menggunakan penjalin.
Seni dan Budaya khas Banyumasan tumbuh dan berkembang seusia dengan peradaban Jawa Kuna.
Budaya Banyumasan juga diperkaya dengan masuknya gaya budaya Mataram (Yogya-Solo) dan Sunda (Pasundan/Priangan) dan kini mulai disisipi pernik-pernik kontemporer. Dari budaya Banyumasan ini lahir bentuk-bentuk kesenian tradisional yang juga berkarakter Banyumasan seperti ebeg, lengger-calung, angguk, wayang kulit gagrak Banyumasan, gendhing Banyumasan, begalan dan lain-lain. Sedangkan di wilayah yang berbatasan langsung dengan daerah Jawa Barat lebih memiliki gaya budaya Pasundan seperti kesenian sisingaan, gendang rampak, rengkong, calung dan lain-lain.
Ebeg
Ebeg' adalah jenis tarian rakyat yang berkembang di wilayah Banyumasan. Varian lain dari jenis kesenian ini di daerah lain dikenal dengan nama kuda lumping atau jaran kepang, ada juga yang menamakannya jathilan (Yogyakarta) juga reog (Jawa Timur). Tarian ini menggunakan “ebeg” yaitu anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda berwarna hitam atau putih dan diberi kerincingan. Penarinya mengenakan celana panjang dilapisi kain batik sebatas lutut dan berkacamata hitam, mengenakan mahkota dan sumping ditelinganya. Pada kedua pergelangan tangan dan kaki dipasangi gelang-gelang kerincingan sehingga gerakan tangan dan kaki penari ebeg selalu dibarengi dengan bunyi kerincingan. Jumlah penari ebeg 8 oarang atau lebih, dua orang berperan sebagai penthul-tembem, seorang berperan sebagai pemimpin atau dalang, 7 orang lagi sebagai penabuh gamelan, jadi satu grup ebeg bisa beranggotakan 16 orang atau lebih. Semua penari menggunakan alat bantu ebeg sedangkan penthul-tembem memakai topeng. Tarian ebeg termasuk jenis tari massal, pertunjukannya memerlukan tempat pagelaran yang cukup luas seperti lapangan atau pelataran/halaman rumah yang cukup luas. Waktu pertunjukan umumnya siang hari dengan durasi antara 1 – 4 jam. Peralatan untuk Gendhing pengiring yang dipergunakan antara lain kendang, saron, kenong, gong dan terompet. Selain peralatan Gendhing dan tari, ada juga ubarampe (sesaji) yang mesti disediakan berupa : bunga-bungaan, pisang raja dan pisang mas, kelapa muda (dewegan),jajanan pasar,dll. Untuk mengiringi tarian ini selalu digunakan lagu-lagu irama Banyumasan seperti ricik-ricik, gudril, blendrong, lung gadung,( crebonan), dan lain-lain. Yang unik, disaat pagelaran, saat trans (kerasukan/mendem) para pemainnya biasa memakan pecahan kaca (beling) atau barang tajam lainnya, mengupas kelapa dengan gigi, makan padi dari tangkainya, dhedek (katul), bara api, dll. sehingga menunjukkan kekuatannya Satria, demikian pula pemain yang manaiki kuda kepang menggambarkan kegagahan prajurit berkuda dengan segala atraksinya. Biasanya dalam pertunjukan ebeg dilengkapi dengan atraksi barongan, penthul dan cepet. Dalam pertunjukannya, ebeg diiringi oleh gamelan yang lazim disebut bendhe.
Laisan
Laisan adalah jenis kesenian yang melekat pada kesenian ebeg. Laisan dilakukan oleh seorang pemain pria yang sedang mendem, badannya ditindih dengan lesung terus dimasukkan ke dalam kurungan, biasanya kurungan ayam, di dalam kurungan itulah Laisan berdandan seperti wanita. Setelah terlebih dulu dimantra-mantara, kurunganpun dibuka, dan munculah pria tersebut dengan mengenakan pakaian wanita lengkap. Laisan muncul di tengah pertunjukan ebeg. Pada pertunjukan ebeg komersial, salah seorang pemain biasanya melakukan thole-thole yaitu menari berkeliling arena sambil membawa tampah untuk mendapatkan sumbangan. Laisan juga dikenal di wilayah lain (wetan) dan mereka biasa menyebutnya Sintren.
Lengger-Calung
Kesenian tradisional lengger-calung tumbuh dan berkembang di wilayah ini. Sesuai namanya, tarian lengger-calung terdiri dari lengger (penari) dan calung (gamelan bambu), gerakan tariannya sangat dinamis dan lincah mengikuti irama calung. Diantara gerakan khas tarian lengger antara lain gerakan geyol, gedheg dan lempar sampur.
Dulu penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita, kini penarinya umumnya wanita cantik sedangkan penari prianya hanyalah sebagai badut pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan suasana, badut biasanya hadir pada pertengahan pertunjukan. Jumlah penari lengger a Lengger-Calung === Kesenian tradisional lengger-calung tumbuh dan berkembang di wilayah ini. Sesuai namanya, tarian lengger-calung terdiri dari lengger (penari) dan calung (gamelan bambu), gerakan tariannya sangat dinamis dan lincah mengikuti irama calung. Diantara gerakan khas tarian lengger antara lain gerakan geyol, gedheg dan lempar sampur.
Dulu penari lengger adalah pria yang berdandan seperti wanita, kini penarinya umumnya wanita cantik sedangkan penari prianya hanyalah sebagai badut pelengkap yang berfungsi untuk memeriahkan suasana, badut biasanya hadir pada pertengahan pertunjukan. Jumlah penari lengger antara 2 sampai 4 orang, mereka harus berdandan sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik, rambut kepala disanggul, leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka, sampur atau selendang biasanya dikalungkan dibahu, mengenakan kain/jarit dan stagen. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang lincah dan dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul sehingga terlihat sangat menggemaskan. Peralatan gamelan calung terdiri dari gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong dan gong yang semuanya terbuat dari bambu wulung (hitam), sedangkan kendang atau gendang sama seperti gendang biasa. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden. Satu grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota terdiri dari penabuh gamelan dan penari/lengger.ntara 2 sampai 4 orang, mereka harus berdandan sedemikian rupa sehingga kelihatan sangat menarik, rambut kepala disanggul, leher sampai dada bagian atas biasanya terbuka, sampur atau selendang biasanya dikalungkan di bahu, mengenakan kain/jarit dan stagen. Lengger menari mengikuti irama khas Banyumasan yang lincah dan dinamis dengan didominasi oleh gerakan pinggul sehingga terlihat sangat menggemaskan. Peralatan gamelan calung terdiri dari gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong dan gong yang semuanya terbuat dari bambu wulung (hitam), sedangkan kendang atau gendang sama seperti gendang biasa. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lebih dikenal sebagai sinden. Satu grup calung minimal memerlukan 7 orang anggota terdiri dari penabuh gamelan dan penari/lengger.
Angguk
Tarian jenis ini sudah ada sejak abad ke 17 dibawa para mubalig penyebar agama Islam yang datang dari wilayah Mataram-Bagelen. Tarian ini disebut angguk karena penarinya sering memainkan gerakan mengangguk-anggukan kepala. Kesenian angguk yang bercorak Islam ini mulanya berfungsi sebagai salah satu alat untuk menyiarkan agama Islam. Sayangnya jenis kesenian ini sekarang semakin jarang dipentaskan. Angguk dimainkan sedikitnya oleh 10 orang penari anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun. Pakaian para penari umumnya berwarna hitam lengan panjang dengan garis-garis merah dan kuning di bagian dada/punggung sebagai hiasan. Celana panjang sampai lutut dengan hiasan garis merah pula, mengenakan kaos kaki panjang sebatas lutut tanpa sepatu, serta memakai topi pet berwarna hitam. Perangkat musiknya terdiri dari kendang, bedug, tambur, kencreng, 2 rebana, terbang (rebana besar) dan angklung. Syair lagu-lagu tari angguk diambil dari kitab Barzanji sehingga syair-syair angguk pada awalnya memang menggunakan bahasa Arab tetapi akhir-akhir ini gerak tari dan syairnya mulai dimodifikasi dengan menyisipkan gerak tari serta bahasa khas Banyumasan tanpa merobah corak aslinya. Bentuk lain dari kesenian angguk adalah “aplang”, bedanya bila angguk dimainkan oleh remaja pria maka “aplang” atau “daeng” dimainkan oleh remaja putri.
Wayang Kulit Gagrag Banyumasan
Sebagaimana masyarakat Jawa pada umunya, masyarakat Banyumasan juga gemar menonton pertunjukan wayang kulit. Pertunjukan wayang kulit di wilayah Banyumas lebih cenderung mengikuti pedalangan “gagrag” atau gaya pedalangan khas Banyumasan. Seni pedalangan gagrag Banyumasan sebenarnya mirip gaya Yogya-Solo bercampur Kedu baik dalam hal cerita, suluk maupun sabetannya, bahasa yang dipergunakanpun tetap mengikuti bahasa pedalangan layaknya, hanya bahasa para punakawan diucapkan dengan bahasa Banyumasan. Nama-nama tokoh wayang umumnya sama, hanya beberapa nama tokoh yang berbeda seperti Bagong (Solo) menjadi Bawor atau Carub. Menurut model Yogya-Solo, Bagong merupakan putra bungsu Ki Semar, dalam versi Banyumas menjadi anak tertua. Tokoh Bawor adalah maskotnya masyarakat Banyumas.
Ciri utama dari wayang kulit gagrag Banyumasan adalah nafas kerakyatannya yang begitu kental dan Ki Dalang memang berupaya menampilkan realitas dinamika kehidupan yang ada di masyarakat. Tokoh pedalangan untuk Wayang Kulit Gagrag Banyumasan yang terkenal saat ini antara lain Ki Sugito Purbacarito, Ki Sugino Siswacarito, Ki Suwarjono dan lain-lain.
Gending Banyumasan
Gending khas lagu-lagu Banyumasan sangat mewarnai berbagai kesenian tradisional Banyumasan, bahkan dapat dikatakan menjadi ciri khasnya, apalagi dengan berbagai hasil kreasi barunya yang mampu menampilkan irama Banyumasan serta dialek Banyumasan. Ciri-ciri khas lainnya antara lain mengandung parikan yaitu semacam pantun berisi sindiran jenaka, iramanya yang lebih dinamis dibanding irama Yogya-Solo bahkan lebih mendekati irama Sunda. Isi-isi syairnya umumnya mengandung nasihat, humor, menggambarkan keadaan daerah Banyumas serta berisi kritik-kritik sosial kemasyarakatan. Lagu-lagu gending Banyumasan dapat dimainkan dengan gamelan biasa maupun gamelan calung bambu. Seperti irama gending Jawa pada umumnya, irama gending Banyumasan mengenal juga laras slendro dan pelog.
Begalan
Begalan adalah jenis kesenian yang biasanya dipentaskan dalam rangkaian upacara perkawinan yaitu saat calon pengantin pria beserta rombongannya memasuki pelataran rumah pengantin wanita. Disebut begalan karena atraksi ini mirip perampokan yang dalam bahasa Jawa disebut begal. Yang menarik adalah dialog-dialog antara yang dibegal dengan sipembegal biasanya berisi kritikan dan petuah bagi calon pengantin dan disampaikan dengan gaya yang jenaka penuh humor. Upacara ini diadakan apabila mempelai laki-laki merupakan putra sulung. Begalan merupakan kombinasi antara seni tari dan seni tutur atau seni lawak dengan iringan gending. Sebagai layaknya tari klasik, gerak tarinya tak begitu terikat pada patokan tertentu yang penting gerak tarinya selaras dengan irama gending. Jumlah penari 2 orang, seorang bertindak sebagai pembawa barang-barang (peralatan dapur), seorang lagi bertindak sebagai pembegal/perampok. Barang-barang yang dibawa antara lain ilir, ian, cething, kukusan, saringan ampas, tampah, sorokan, centhong, siwur, irus, kendhil dan wangkring. Barang bawaan ini biasa disebut brenong kepang. Pembegal biasanya membawa pedang kayu. Kostum pemain cukup sederhana, umumnya mereka mengenakan busana Jawa. Dialog yang disampaikan kedua pemain berupa bahasa lambang yang diterjemahkan dari nama-nama jenis barang yang dibawa, contohnya ilir yaitu kipas anyaman bambu diartikan sebagai peringatan bagi suami-isteri untuk membedakan baik buruk. Centhing, tempat nasi artinya bahwa hidup itu memerlukan wadah yang memiliki tatanan tertentu jadi tidak boleh berbuat semau-maunya sendiri. Kukusan adalah alat memasak atau menanak nasi, ini melambangkan bahwa setelah berumah tangga cara berpikirnya harus masak/matang. Selain menikmati kebolehan atraksi tari begalan dan irama gending, penonton juga disuguhi dialog-dialog menarik yang penuh humor. Biasanya usai pertunjukan, barang-barang yang dipikul diperebutkan para penonton. Sayangnya pertunjukan begalan ini tidak boleh dipentaskan terlalu lama karena masih termasuk dalam rangkaian panjang upacara pengantin.
Rengkong
Rengkong adalah kesenian yang menyajikan bunyi-bunyian khas bagai suara kodok mengorek secara serempak yang dihasilkan dari permainan pikulan bambu. Pikulan bambu tersebut berukuran besar dan kuat tetapi ringan karena dibuat dari bambu yang sudah cukup tua, biasanya menggunakan bambu tali dengan panjang sekitar 2,6 meter. Pada kedua ujung bambu dibuat lobang persegi panjang selebar 1 cm, sekeliling bambu melintasi lobang tersebut diraut sekedar tempat bertengger tali penggantung ikatan padi. Dua ikat padi seberat ± 15 kg digayutkan dengan tali ijuk mengalungi sonari (badan rengkong bambu di tempat yang diraut). Di tengah masing-masing ikatan padi ada sunduk (tusuk) bambu sepanjang hampir 2 meter. Ujung atas sunduk bambu dimasukkan ke badan bambu rengkong dekat gantungan tali ijuk. Cara memainkannya, pikulan bambu rengkong yang berisi muatan padi diletakkan pada bahu kanan (dipikul). Pemikul mengayun-ayunkan ke kiri dan ke kanan dengan mantap dan teratur. Tali ijuk dengan beban padi yang menggantung pada badan bambu rengkong pun bergerak-gerak, gesekan tali ijuk yang keras inilah yang menimbulkan suara berderit-derit nyaring. Kalau ada beberapa rengkong yang dimainkan serempak maka akan timbul suara yang mengasyikan, khas alam petani, terlebih bila dimainkan dengan berbaris berarak-arakan maka suasananya akan lebih semarak. Kesenian tradisional para petani ini biasanya diadakan pada pesta perayaan panen atau pada hari-hari besar nasional.
Kesenian lainnya di Wilayah Banyumasan
Kesenian - kesenian lainnya (termasuk kesenian serapan) yang tumbuh berkembang di wilayah Banyumasan antara lain adalah:
Bongkel
Bongkel adalah musik tradisional Banyumasan yang mirip dengan angklung, hanya terdiri dari satu jenis instrumen dengan empat bilah berlaras slendro. Nada-nadanya 2 (ro), 3 (lu), 5 (mo), 6 (nem).
Buncis
Buncis adalah perpaduan antara seni musik dengan seni tari yang dimainkan oleh 8 orang pemain. Dalam pertunjukannya diiringi dengan perangkat musik angklung. Para pemain buncis selain menjadi penari juga menjadi pemusik serta vokalis.
Aksimuda
Aksimuda adalah kesenian bernafas Islam yang disajikan dalam bentuk atraksi pencak silat yang digabung dengan tari-tarian.
Salwatan Jawa
Salawatan Jawa adalah salah satu seni musik bernafaskan Islam dengan perangkat musik berupa trebang jawa. Dalam pertunjukannya kesenian ini menyajikan lagu-lagu yang diambil dari kitab Barzanzi.
Cowongan/ Nini Cowong
Cowongan adalah upacara “meminta hujan”. Upacara ini dilakukan bila hujan tidak turun dalam waktu yang sudah cukup lama. Wujud Nini Cowong seperti jaelangkung.
Ujungan
Ujungan adalah jenis kesenian yang agak mengerikan karena pemainnya saling sabet-sabetan dengan menggunakan penjalin.
tari ende lio
Tari Ende Lio adalah sebuah tarian daerah yang mengekspresikan rasa lewat tatanan gerak dalam irama musik dan lagu. Dilihat dari tata gerak dan bentukya, tarian Ende Lio dapat dibagikan beberapa jenis diantaranya yaitu :
-Toja : Kelompok Penari menarikan sebuah tarian yang telah ditatar dalam bentuk ragam dan irama musik / lagu untuk suatu penampilan yang resmi
-Wanda : Penari dengan gayanya masing-masing, menari mengikuti irama musik / lagu dalm suatu kelompok atau perorangan.
-Wedho : Menari dengan gaya bebas dengan mengandalkan gerak kaki seakan -akan melompat .- Woge : Gerak tari dengan mengandalkan kelincahan kaki dengan penuh energi dan dinamis , dilengkapi dengan sarana mbaku dan sau atau perisai dan pedang /parang.
-Gawi : Gerak tari dengan menyentakkan kaki pada tanah.
Untuk istilah Toja dan Wanda sebenarnya sama arti yaitu menari, hanya cara dan fungsinya berbeda dan kata wanda unuk suku Lio berari Toja.
Dari generasi ke generasi para insruktur tari/ penata tari telah banyak menciptakan tarian di antaranya yaitu :
a. Gawi/Naro
Jenis tarian ini berbentuk lingkaran mengelilingi tubu musu dengan cara berpegangan tangan dan menyentakkan kaki dalam bentuk dua macam ragam yaitu Ngendo dan Rudhu atau ragam mundur dan maju .
Dalam komposisi bentuk gawi ada bagian -bagiannya yaitu :
Eko Wawi - Sodha Sike - Ana Jara Naku Ae Wanda Pau Ulu Susunan dalam Gawi dalam setiap penampilam adalah sebagai berikut : Mega Rema Ba - Oro e - Sodha - Ndeo Oro.Waktu dan jumlah peserta tari gawi / naro tidak ditentukan dan tarian ini biasa diadakan di Koja Kanga pada acara Nggua / seremonial adat, bagi peserta gawi diwajibkan ikut bernyanyi pada bagian oro
b.Tekka Se
Tarian ini bentuknya seperti Gawi/ naro, hanya berupa gerakan kakinya satu ragam dan gerakan putaran lebih cepat dari gawi/ naro. Keunikan dari tekka se, pada bagian tengah lingkaran dinyalakan dengan bara api atau api unggun dan tarian ini diadakan pada setiap acara seremonial di wilayah Nangapanda dan sekitarnya.
c. Wanda/ Toju Paü
Tarian massa penampilan secara perorangan/ individual dalam suatu acara, biasanya menari dengan selendang diiringi dengan musik Nggo wani/ Lamba atau musik feko genda. Biasanya bila penari wanita selesai menari, dia harus memberikan selendang tersebut kepada laki-laki, atau lebih khususnya yaitu Ana Noö, demikian sebaliknya Ana Noö memberi selendang kepada ada eda/ bele untuk menari
d. Neku Wenggu
Tarian ini berbentuk arak-arakan oleh sekelompok penari dalam acara penjemputan atau mengantar sarana paÄ loka/ sesajian atau para tamu dan lain-lain. Bentuk tarian Neku Wenggu sangat banyak dengan masing-masing nama dari setiap daerah di Ende Lio diantaranya yaitu : Napa Nuwa - Poto Wolo - Poto Pala - Wanda Pala - Goro Watu/ Kaju dll. Tarian Neku Wenggu biasanya diiringi dengan lagu Wenggu terdiri dari
e.Tarian Joka Sapa
Tarian ini tergolong tarian nelayan dan juga ada jenis yang sama seperti tarian Manu Tai di Ngalupolo-Ndona. Kekhasan tarian ini, para gadis/ penari dengan pakaian nelayan diiringi dengan musik/ lagu gambus. Adapula tarian nelayan dibawakan oleh masyarakat di pesisir Pantai Ende Selatan/ Utara dengan berbagai nama tarian seperti : Tarian Nelayan - Tarian Irikiki - TarianGetu Gaga - Tarian Manusama - Wesa Pae dll.
f. Tarian Mure
Mure artinya saling mendukung, tarian ini terdiri dari para ibu/ gadis dari keluarga mosalaki di Nggela - Pora - Waga pada acara ritual adat memohon hujan. Tarian ini dengan kostum tradisional, lawo tege kasa dan tidak berbaju, musik pengiringnya yaitu Nggo Wani/ Lamba disertai dengan lagu yang khas Wenggu untuk tarian Mure.
g.Tarian Sangga Alu/Assu
Tarian ini awalnya adalah permainan dan lambat laun berkembang menjadi sebuah tarian dan penarinya terdiri dari 2 (dua) pasang muda-mudi disertai dengan seorang ana jara. Dalam penampilan dibutuhkan 4 hingga 8 orang pemain bambu palang dengan cara menyentak dan menjepit secara serentak. Para penari memasukkan kaki/ kepala diantara bambu dari tempo lambat hingga tempo cepat, selanjutnya dipadukan dengan irama lagu serta ana jara menari mengelilingi penari/ pemain bambu palang.
h. Jara Angi
Tarian Jara Angi atau kuda siluman dan yang paling populer disebut Tari Kuda Kepang, penarinya terdiri dari anak-anak atau para remaja pria. Penari dilengkapi dengan kuda yang terbuat dari Mbao (selendang pinang) atau daun kelapa yang dianyam dengan bentuk seperti kuda. Tarian ini diawali dengan atraksi lomba pacuan kuda dilanjutkan dengan menari bersama diiringi dengan lagu Ruda Rudhu Redha dengan musik gendang atau Nggo Wani/ Lamba. Keunikan dari tarian ini yaitu para penyanyi menyanyikan lagu dengan kata-kata khusus, juga dinyanyikan dengan not atau tidak mengucapkan kata-kata syair lagu.
i. Tarian Pala Tubu Musu
Penari terdiri dari para ibu/ gadis dari setiap keluarga Mosalaki di Wolotopo-Ndona, dengan seorang laki-laki sebagai penari woge untuk upacara Paä Loka atau memberi sesajian di Tubu Musu. Untuk mengiringi tarian ini yaitu, musik/ lagu Nggo Wani/ Lamba dan Nggo Dhengi dan bagian akhir dari tarian ini dengan gawi/ naro atau tandak.
j. Tarian Dowe Dera
Tarian Dowe Dera ditarikan pada saat menanam tanaman. Para penari terdiri dari 2 (dua) kelompok yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan, dengan upacara ritual adat di tempat Mopo (ditengah-tengah ladang). Penari laki-laki dengan musik gaku, membuat lubang pada tanah, sedangkan para ibu/ gadis mengisi bibit tanaman yang sudah dilubangkan. Tarian ini diiringi dengan lagu Dowe Dera disertai musik Gaku yang terbuat dari bambu (lihat musik gaku) dan penarinya dilengkapi dengan pakaian adat serta aksesorisnya.
k. Tarian Napa Nuwa
Tarian ini sebagai luapan kegembiraan dari para pejuang yang telah menang dalam peperangan, penari terdiri dari para pejuang atau beberapa orang laki-laki, dilengkapi dengan alat perang yaitu mbale dan sau atau perisai dan pedang / parang. Tarian ini diawali dengan Neku Wenggu, dilanjutkan dengan Bhea dan woge serta Ruü atau agak dengan sau sambil bergerak dalam bentuk lingkaran. Tarian dari Desa Wolotopo ini diiringi dengan musik Nggo Lamba/ wani dan Lagu Da seko.
l. Tarian Ule Lela Nggewa
Judul tarian ini identik dengan judul lagunya yang sangat khas, bila orang mendengar atau menyanyikan lagu Ulu lela Nggewa pasti akan ingat tariannya. Dalam tarian ini penarinya terdiri dari para gadis dan musik pengiringnya hanya sebuah gendang, pada jaman dahulu para leluhur menggunakan batu sebagai musik pengiringnya.Tarian ini telah membawa nama NTT dalam tingkat nasional di Jakarta dibawakan oleh sanggar seni Budaya NTT dan Festival Seni Budaya diberbagai negara dibawakan oleh yayasan budaya bangsa.
m. Tarian Woge
Tarian Woge diiringi dengan Nggo lamba/ wani dengan irama yang khas, tarian ini biasanya ditari oleh satu orang atau secara individual pada upacara adat didahului dengan kata-kata/ syair atau bhea. Penari dilengkapi dengan alat-alat perang yaitu mbaku dan sau atau periasai dan pedang/ parang, pada pergelangan kaki diikat dengan untaian woda atau lonceng giring-giring.Dewasa ini dasar dari tarian Woge berkembang menjadi menari secara group dengan tata gerak/ ragamnya serta design lantai digarap dengan berik sehingga menjadi sebuah tarian yang indah.
Di Kabupaten Ende masih sangat nampak tarian yang sudah dikenal oleh masyarakat luas yang belum dapat kami uraikan satu demi satu.
Kekayaan seni tari selain tarian tradisional yang menyangkut upacara adat, adapula para instruktur tari menampilkan karyanya dengan judul dari berbagai jenis burung - berladang - menenun - nelayan dan tari kreasi baru lainnya.
-Toja : Kelompok Penari menarikan sebuah tarian yang telah ditatar dalam bentuk ragam dan irama musik / lagu untuk suatu penampilan yang resmi
-Wanda : Penari dengan gayanya masing-masing, menari mengikuti irama musik / lagu dalm suatu kelompok atau perorangan.
-Wedho : Menari dengan gaya bebas dengan mengandalkan gerak kaki seakan -akan melompat .- Woge : Gerak tari dengan mengandalkan kelincahan kaki dengan penuh energi dan dinamis , dilengkapi dengan sarana mbaku dan sau atau perisai dan pedang /parang.
-Gawi : Gerak tari dengan menyentakkan kaki pada tanah.
Untuk istilah Toja dan Wanda sebenarnya sama arti yaitu menari, hanya cara dan fungsinya berbeda dan kata wanda unuk suku Lio berari Toja.
Dari generasi ke generasi para insruktur tari/ penata tari telah banyak menciptakan tarian di antaranya yaitu :
a. Gawi/Naro
Jenis tarian ini berbentuk lingkaran mengelilingi tubu musu dengan cara berpegangan tangan dan menyentakkan kaki dalam bentuk dua macam ragam yaitu Ngendo dan Rudhu atau ragam mundur dan maju .
Dalam komposisi bentuk gawi ada bagian -bagiannya yaitu :
Eko Wawi - Sodha Sike - Ana Jara Naku Ae Wanda Pau Ulu Susunan dalam Gawi dalam setiap penampilam adalah sebagai berikut : Mega Rema Ba - Oro e - Sodha - Ndeo Oro.Waktu dan jumlah peserta tari gawi / naro tidak ditentukan dan tarian ini biasa diadakan di Koja Kanga pada acara Nggua / seremonial adat, bagi peserta gawi diwajibkan ikut bernyanyi pada bagian oro
b.Tekka Se
Tarian ini bentuknya seperti Gawi/ naro, hanya berupa gerakan kakinya satu ragam dan gerakan putaran lebih cepat dari gawi/ naro. Keunikan dari tekka se, pada bagian tengah lingkaran dinyalakan dengan bara api atau api unggun dan tarian ini diadakan pada setiap acara seremonial di wilayah Nangapanda dan sekitarnya.
c. Wanda/ Toju Paü
Tarian massa penampilan secara perorangan/ individual dalam suatu acara, biasanya menari dengan selendang diiringi dengan musik Nggo wani/ Lamba atau musik feko genda. Biasanya bila penari wanita selesai menari, dia harus memberikan selendang tersebut kepada laki-laki, atau lebih khususnya yaitu Ana Noö, demikian sebaliknya Ana Noö memberi selendang kepada ada eda/ bele untuk menari
d. Neku Wenggu
Tarian ini berbentuk arak-arakan oleh sekelompok penari dalam acara penjemputan atau mengantar sarana paÄ loka/ sesajian atau para tamu dan lain-lain. Bentuk tarian Neku Wenggu sangat banyak dengan masing-masing nama dari setiap daerah di Ende Lio diantaranya yaitu : Napa Nuwa - Poto Wolo - Poto Pala - Wanda Pala - Goro Watu/ Kaju dll. Tarian Neku Wenggu biasanya diiringi dengan lagu Wenggu terdiri dari
e.Tarian Joka Sapa
Tarian ini tergolong tarian nelayan dan juga ada jenis yang sama seperti tarian Manu Tai di Ngalupolo-Ndona. Kekhasan tarian ini, para gadis/ penari dengan pakaian nelayan diiringi dengan musik/ lagu gambus. Adapula tarian nelayan dibawakan oleh masyarakat di pesisir Pantai Ende Selatan/ Utara dengan berbagai nama tarian seperti : Tarian Nelayan - Tarian Irikiki - TarianGetu Gaga - Tarian Manusama - Wesa Pae dll.
f. Tarian Mure
Mure artinya saling mendukung, tarian ini terdiri dari para ibu/ gadis dari keluarga mosalaki di Nggela - Pora - Waga pada acara ritual adat memohon hujan. Tarian ini dengan kostum tradisional, lawo tege kasa dan tidak berbaju, musik pengiringnya yaitu Nggo Wani/ Lamba disertai dengan lagu yang khas Wenggu untuk tarian Mure.
g.Tarian Sangga Alu/Assu
Tarian ini awalnya adalah permainan dan lambat laun berkembang menjadi sebuah tarian dan penarinya terdiri dari 2 (dua) pasang muda-mudi disertai dengan seorang ana jara. Dalam penampilan dibutuhkan 4 hingga 8 orang pemain bambu palang dengan cara menyentak dan menjepit secara serentak. Para penari memasukkan kaki/ kepala diantara bambu dari tempo lambat hingga tempo cepat, selanjutnya dipadukan dengan irama lagu serta ana jara menari mengelilingi penari/ pemain bambu palang.
h. Jara Angi
Tarian Jara Angi atau kuda siluman dan yang paling populer disebut Tari Kuda Kepang, penarinya terdiri dari anak-anak atau para remaja pria. Penari dilengkapi dengan kuda yang terbuat dari Mbao (selendang pinang) atau daun kelapa yang dianyam dengan bentuk seperti kuda. Tarian ini diawali dengan atraksi lomba pacuan kuda dilanjutkan dengan menari bersama diiringi dengan lagu Ruda Rudhu Redha dengan musik gendang atau Nggo Wani/ Lamba. Keunikan dari tarian ini yaitu para penyanyi menyanyikan lagu dengan kata-kata khusus, juga dinyanyikan dengan not atau tidak mengucapkan kata-kata syair lagu.
i. Tarian Pala Tubu Musu
Penari terdiri dari para ibu/ gadis dari setiap keluarga Mosalaki di Wolotopo-Ndona, dengan seorang laki-laki sebagai penari woge untuk upacara Paä Loka atau memberi sesajian di Tubu Musu. Untuk mengiringi tarian ini yaitu, musik/ lagu Nggo Wani/ Lamba dan Nggo Dhengi dan bagian akhir dari tarian ini dengan gawi/ naro atau tandak.
j. Tarian Dowe Dera
Tarian Dowe Dera ditarikan pada saat menanam tanaman. Para penari terdiri dari 2 (dua) kelompok yaitu kelompok laki-laki dan kelompok perempuan, dengan upacara ritual adat di tempat Mopo (ditengah-tengah ladang). Penari laki-laki dengan musik gaku, membuat lubang pada tanah, sedangkan para ibu/ gadis mengisi bibit tanaman yang sudah dilubangkan. Tarian ini diiringi dengan lagu Dowe Dera disertai musik Gaku yang terbuat dari bambu (lihat musik gaku) dan penarinya dilengkapi dengan pakaian adat serta aksesorisnya.
k. Tarian Napa Nuwa
Tarian ini sebagai luapan kegembiraan dari para pejuang yang telah menang dalam peperangan, penari terdiri dari para pejuang atau beberapa orang laki-laki, dilengkapi dengan alat perang yaitu mbale dan sau atau perisai dan pedang / parang. Tarian ini diawali dengan Neku Wenggu, dilanjutkan dengan Bhea dan woge serta Ruü atau agak dengan sau sambil bergerak dalam bentuk lingkaran. Tarian dari Desa Wolotopo ini diiringi dengan musik Nggo Lamba/ wani dan Lagu Da seko.
l. Tarian Ule Lela Nggewa
Judul tarian ini identik dengan judul lagunya yang sangat khas, bila orang mendengar atau menyanyikan lagu Ulu lela Nggewa pasti akan ingat tariannya. Dalam tarian ini penarinya terdiri dari para gadis dan musik pengiringnya hanya sebuah gendang, pada jaman dahulu para leluhur menggunakan batu sebagai musik pengiringnya.Tarian ini telah membawa nama NTT dalam tingkat nasional di Jakarta dibawakan oleh sanggar seni Budaya NTT dan Festival Seni Budaya diberbagai negara dibawakan oleh yayasan budaya bangsa.
m. Tarian Woge
Tarian Woge diiringi dengan Nggo lamba/ wani dengan irama yang khas, tarian ini biasanya ditari oleh satu orang atau secara individual pada upacara adat didahului dengan kata-kata/ syair atau bhea. Penari dilengkapi dengan alat-alat perang yaitu mbaku dan sau atau periasai dan pedang/ parang, pada pergelangan kaki diikat dengan untaian woda atau lonceng giring-giring.Dewasa ini dasar dari tarian Woge berkembang menjadi menari secara group dengan tata gerak/ ragamnya serta design lantai digarap dengan berik sehingga menjadi sebuah tarian yang indah.
Di Kabupaten Ende masih sangat nampak tarian yang sudah dikenal oleh masyarakat luas yang belum dapat kami uraikan satu demi satu.
Kekayaan seni tari selain tarian tradisional yang menyangkut upacara adat, adapula para instruktur tari menampilkan karyanya dengan judul dari berbagai jenis burung - berladang - menenun - nelayan dan tari kreasi baru lainnya.
seni tradisional minangkabau
Kesenian Minangkabau bertempatan asli di Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Ia bermacam-macam yang disesuaikan rupanya dari pelbagai daerah bahagian di Sumatra Barat. Keelokan dan kebanyakan kesenian Minangkabau ini merupakan warisan yang dapat menyokong dan melengkapi kesenian lain yang banyak berada di Indonesia.
Kesenian-kesenian ini berupakan tari-tarian yang terdiri dari Tari Piring, Tari Randai, Tari Indang, Tari Payung, dan lain-lain. Selain itu ada kesenian pantun dan sambah-manyambah. Ada kesenian musik dengan alat musik Talempong, Saluang, Gandang Tabuik, Rebana, dll. Ada kebusanaan seronok, dan sebagainya.
Kesenian ini sudah menjalar ke daerah lain di Indonesia bahkan sampai ke Negeri Sembilan, Malaysia. Khazanah kesenian dan kebudayaan Minangkabau telah terkenal dan boleh sebati dalam suku-suku lain di Indonesia seperti Melayu, Betawi, Sunda, Jawa, dll karena perantauan dan perkawinan yang bersangat-sangat semenjak dahulu yang dianggarkan mula abad ke-15 dari Kerajaan Pagaruyung hingga termasuk ke Kerajaan Malaka.
Kesenian-kesenian ini berupakan tari-tarian yang terdiri dari Tari Piring, Tari Randai, Tari Indang, Tari Payung, dan lain-lain. Selain itu ada kesenian pantun dan sambah-manyambah. Ada kesenian musik dengan alat musik Talempong, Saluang, Gandang Tabuik, Rebana, dll. Ada kebusanaan seronok, dan sebagainya.
Kesenian ini sudah menjalar ke daerah lain di Indonesia bahkan sampai ke Negeri Sembilan, Malaysia. Khazanah kesenian dan kebudayaan Minangkabau telah terkenal dan boleh sebati dalam suku-suku lain di Indonesia seperti Melayu, Betawi, Sunda, Jawa, dll karena perantauan dan perkawinan yang bersangat-sangat semenjak dahulu yang dianggarkan mula abad ke-15 dari Kerajaan Pagaruyung hingga termasuk ke Kerajaan Malaka.
tari lulo
Tarian tradisional salah satu jenis kesenian, setiap suku di daerah ini memiliki tarian tradisional masing-masing, yang merupakan kekayaan budaya warisan dari nenek moyang bangsa Indonesia khususnya di daerah Sulawesi Tenggara, Indonesia.
Di Kendari (sulawesi tenggara – Indonesia) terdapat beberapa suku. Suku Tolaki sebagai salah satu suku yang berada di daerah ini memiliki beberapa tarian tradisional , salah satu tarian tradisional yang masih sering dilaksanakan hingga saat ini adalah tarian persahabatan yang disebut tarian Lulo.
Jaman dulu, nenek moyang suku tolaki tarian ini dilakukan pada upacara-upacara adat seperti : pernikahan, pesta panen raya dan upacara pelantikan raja, yang diiringi oleh alat musik pukul yaitu gong, gong yang digunakan biasanya terdiri dari 2 macam yang berbeda ukuran dan jenis suara. Saat sekarang utamanaya di daerah perkotaan , gong sebagai alat musik pengiring tarian lulo telah digantikan dengan alat musik modern yaitu “Electone”.
Adapun filosofi tarian “lulo” adalah persahabatan, yang biasa ditujukan kepada muda-mudi suku Tolaki sebagai ajang perkenalan, mencari jodoh, dan mempererat tali persaudaraan. Tarian ini dilakukan dengan posisi saling bergandengan tangan dan membentuk sebuah lingkaran. Peserta tarian ini tidak dibatasi oleh usia maupun golongan, siapa saja boleh turut serta dalam tarian lulo, kaya miskin, tua, muda boleh bahkan jika anda bukan suku tolaki atau dari Negara lain bisa bergabung dalam tarian ini, yang penting adalah bisa mengikuti gerakan tarian ini. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi tangan saat bergandengan tangan, untuk pria posisi telapak tangan di bawah menopang tangan wanita. Posisi tangan ini merupakan simbolisasi dari kedudukan, peran, etika pria dan wanita dalam kehidupan ini.
Tetapi saat ini Tarian lulo telah mengalami proses adaptasi terutama dalam hal variasi gerakan dan juga musik yang mengiringinya, jika dahulu masyarakat suku tolaki menggunakan alat musik pukul yang dikenal dengan sebutan “Gong” saat ini telah menggunakan alat musik elektronik yaitu organ tunggal (electone) begitu juga dengan variasi gerakannya mulai dari lulo yang lambat (santai) sampai gerakan yang cepat.
Yang terpenting dari semua itu adalah arti dari tarian Lulo sendiri, tarian Lulo mencerminkan bahwa masyarakat Tolaki adalah masyarakat yang cinta damai dan mengutamakan persahabatan dan persatuan dalam menjalani kehidupannya. Seperti filosofi masyarakat Tolaki yang diungkapkan dalam bentuk pepatah “samaturu, medulu ronga mepokoaso” yang berarti masyarakat Tolaki dalam menjalani perannya masing-masing selalu bersatu, bekerja sama, saling tolong –menolong dan bantu-membantu.
Di Kendari (sulawesi tenggara – Indonesia) terdapat beberapa suku. Suku Tolaki sebagai salah satu suku yang berada di daerah ini memiliki beberapa tarian tradisional , salah satu tarian tradisional yang masih sering dilaksanakan hingga saat ini adalah tarian persahabatan yang disebut tarian Lulo.
Jaman dulu, nenek moyang suku tolaki tarian ini dilakukan pada upacara-upacara adat seperti : pernikahan, pesta panen raya dan upacara pelantikan raja, yang diiringi oleh alat musik pukul yaitu gong, gong yang digunakan biasanya terdiri dari 2 macam yang berbeda ukuran dan jenis suara. Saat sekarang utamanaya di daerah perkotaan , gong sebagai alat musik pengiring tarian lulo telah digantikan dengan alat musik modern yaitu “Electone”.
Adapun filosofi tarian “lulo” adalah persahabatan, yang biasa ditujukan kepada muda-mudi suku Tolaki sebagai ajang perkenalan, mencari jodoh, dan mempererat tali persaudaraan. Tarian ini dilakukan dengan posisi saling bergandengan tangan dan membentuk sebuah lingkaran. Peserta tarian ini tidak dibatasi oleh usia maupun golongan, siapa saja boleh turut serta dalam tarian lulo, kaya miskin, tua, muda boleh bahkan jika anda bukan suku tolaki atau dari Negara lain bisa bergabung dalam tarian ini, yang penting adalah bisa mengikuti gerakan tarian ini. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah posisi tangan saat bergandengan tangan, untuk pria posisi telapak tangan di bawah menopang tangan wanita. Posisi tangan ini merupakan simbolisasi dari kedudukan, peran, etika pria dan wanita dalam kehidupan ini.
Tetapi saat ini Tarian lulo telah mengalami proses adaptasi terutama dalam hal variasi gerakan dan juga musik yang mengiringinya, jika dahulu masyarakat suku tolaki menggunakan alat musik pukul yang dikenal dengan sebutan “Gong” saat ini telah menggunakan alat musik elektronik yaitu organ tunggal (electone) begitu juga dengan variasi gerakannya mulai dari lulo yang lambat (santai) sampai gerakan yang cepat.
Yang terpenting dari semua itu adalah arti dari tarian Lulo sendiri, tarian Lulo mencerminkan bahwa masyarakat Tolaki adalah masyarakat yang cinta damai dan mengutamakan persahabatan dan persatuan dalam menjalani kehidupannya. Seperti filosofi masyarakat Tolaki yang diungkapkan dalam bentuk pepatah “samaturu, medulu ronga mepokoaso” yang berarti masyarakat Tolaki dalam menjalani perannya masing-masing selalu bersatu, bekerja sama, saling tolong –menolong dan bantu-membantu.
pahlawan nasional
Gelar Pahlawan Nasional Indonesia diberikan kepada mereka yang berjasa kepada Negara Republik Indonesia dan mereka yang berjuang dalam proses untuk kemerdekaan Negara Republik Indonesia. Hingga 10 November 2006, telah ada 138 tokoh yang ditetapkan Pemerintah Indonesia sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
1. Daftar
-Jendral Besar Abdul Harris Nasution
-Abdul Kadir
-Abdul Muis
-Marsekal Muda Abdulrachman Saleh
-Kiai Haji Achmad Rifai (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Haji Adam Malik
-Mayor Jenderal Adenan Kapau Gani (gelar dianugerahkan pada tahun 2007)
-Marsekal Muda Agustinus Adisucipto
-Sultan Ageng Tirtayasa
-Sultan Agung Hanyokrokusumo
-Haji Agus Salim
-Kiai Haji Ahmad Dahlan
-Jenderal Ahmad Yani
-Mgr. Albertus Sugiyapranata S.J.
-Raja Ali Haji (gelar dianugerahkan pada 5 November tahun 2004)
-Tengku Amir Hamzah
-Andi Abdullah Bau Massepe (gelar dianugerahkan pada tahun 2005)
-Andi Jemma
-Andi Mappanyukki (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Haji Andi Sultan Daeng Raja (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Pangeran Antasari
-Arie Frederik Lasut
-Raden Mas Tumenggung Ario Suryo
-Sultan Arung Matoa
-Kiai Haji Abdul Halim (gelar dianugerahkan pada tahun 2008)
-Bagindo Azizchan (gelar dianugerahkan pada tahun 2005)
-Jenderal Basuki Rahmat
-Bung Tomo (gelar dianugerahkan pada tahun 2008)
-Teungku Cik di Tiro
-Cilik Riwut
-dr. Cipto Mangunkusumo
-Cut Nyak Dhien
-Cut Nyak Meutia
-Dewi Sartika
-Pangeran Diponegoro
-Douwes Dekker (Setiabudi)
-Elly Uyo (gelar dianugerahkan tahun 2002)
-Haji Fakhruddin
-Fatmawati
-Ferdinand Lumbantobing
-Raja Haji Fisabilillah
-Frans Kaisiepo
-Gatot Mangkupraja (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Jenderal Gatot Subroto
-Halim Perdanakusuma
-Sri Sultan Hamengkubuwana I (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Sri Sultan Hamengkubuwana IX
-Kopral Harun Thohir
-Letnan Jenderal Haryono
-Brigadir Jenderal Hasan Basry (gelar dianugerahkan pada tahun 2001)
-Sultan Hasanuddin
-Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyari
-Prof. Dr. Hazairin
-Dr. Ide Anak Agung Gde Agung (gelar dianugerahkan pada tahun 2007)
-I Gusti Ketut Jelantik
-Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai
-H. Ilyas Yakoub
-Tuanku Imam Bonjol
-Sultan Iskandar Muda
-Ismail Marzuki (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Marsekal Madya Iswahyudi
-Prof. Dr. Iwa Kusumasumantri
-Izaak Huru Doko (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Gusti Pangeran Harya Jatikusumo
-Ir. Raden Juanda Kartawijaya
-AIP Karel Satsuit Tubun
-Raden Ajeng Kartini
-Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo
-Ki Hajar Dewantara
-Kiras Bangun (gelar dianugerahkan pada tahun 2005)
-Dr. Kusumah Atmaja S.H.
-La Madukelleng
-Sultan Mahmud Badaruddin II
-Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara VIII
-Maria Walanda Maramis
-Laksamana Laut Martadinata
-Martha Christina Tiahahu
-Marthen Indey
-Kiai Haji Mas Mansur
-Maskoen Soemadiredja (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Mayor Jenderal TNI Prof. Dr. Moestopo
-dr. Moewardi
-Mohamad Roem
-Drs. Mohammad Hatta
-Mohammad Husni Thamrin
-Prof. Mohammad Yamin S.H.
-Muhammad Isa Anshary (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Muhammad Natsir (Gelar dianugerahkan pada tahun 2008)
-Muhammad Saleh Werdisastro
-Nani Wartabone (gelar dianugerahkan pada tahun 2003)
-Kiayi Haji Noer Alie (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Nuku Muhammad Amiruddin
-Nyai Ahmad Dahlan
-Teuku Nyak Arif
-Nyi Ageng Serang
-Haji Oemar Said Tjokroaminoto
-Opu Daeng Risadju (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Oto Iskandar di Nata
-Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Sri Susuhunan Pakubuwana VI
-Mayor Jenderal Pandjaitan
-Parada Harahap
-Kapitan Pattimura
-Kapten Pierre Tendean
-Pong Tiku
-Radin Inten II
-Hajjah Rangkayo Rasuna Said
-Robert Wolter Monginsidi
-Dr. Saharjo S.H.
-G.S.S.J, Dr Sam Ratulangi
-Kiai Haji Samanhudi
-Slamet Riyadi
-Silas Papare
-Sisingamangaraja XII
-Letnan Jenderal Siswondo Parman
-Soekarno
-Jenderal Soedirman
-Kolonel Sugiono
-Sugondo Djojopuspito
-Prof. Dr. Suharso
-Siti Hartinah Suharto
-Sukarjo Wiryopranoto
-Supeno
-Prof. Dr. Soepomo
-Letnan Jenderal Suprapto
-Suprijadi
-Suroso R.P
-Raden Mas Soerjopranoto
-Sutan Syahrir
-dr. Sutomo
-Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
-Sultan Syarif Kasim II
-Syech Yusuf Tajul Khalwati
-Tb.A.Basuni
-Tuanku Tambusai
-Tengku Rizal Nurdin (gelar dianugerahkan pada tahun 2005)
-Teuku Muhammad Hasan (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Teuku Umar
-Sultan Thaha Sjaifuddin
-Raden Mas Tirto Adhi Soerjo (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Tan Malaka
-Untung Suropati
-Letnan Jenderal Urip Sumoharjo
-Usman Janatin
-Wage Rudolf Supratman
-Wahid Hasyim
-Wahidin Sudirohusodo
-Wilhelmus Zakaria Johannes
-Yos Sudarso
-Kiai Haji Zainal Mustafa
-Kiai Haji Zainul Arifin
1. Daftar
-Jendral Besar Abdul Harris Nasution
-Abdul Kadir
-Abdul Muis
-Marsekal Muda Abdulrachman Saleh
-Kiai Haji Achmad Rifai (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Haji Adam Malik
-Mayor Jenderal Adenan Kapau Gani (gelar dianugerahkan pada tahun 2007)
-Marsekal Muda Agustinus Adisucipto
-Sultan Ageng Tirtayasa
-Sultan Agung Hanyokrokusumo
-Haji Agus Salim
-Kiai Haji Ahmad Dahlan
-Jenderal Ahmad Yani
-Mgr. Albertus Sugiyapranata S.J.
-Raja Ali Haji (gelar dianugerahkan pada 5 November tahun 2004)
-Tengku Amir Hamzah
-Andi Abdullah Bau Massepe (gelar dianugerahkan pada tahun 2005)
-Andi Jemma
-Andi Mappanyukki (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Haji Andi Sultan Daeng Raja (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Pangeran Antasari
-Arie Frederik Lasut
-Raden Mas Tumenggung Ario Suryo
-Sultan Arung Matoa
-Kiai Haji Abdul Halim (gelar dianugerahkan pada tahun 2008)
-Bagindo Azizchan (gelar dianugerahkan pada tahun 2005)
-Jenderal Basuki Rahmat
-Bung Tomo (gelar dianugerahkan pada tahun 2008)
-Teungku Cik di Tiro
-Cilik Riwut
-dr. Cipto Mangunkusumo
-Cut Nyak Dhien
-Cut Nyak Meutia
-Dewi Sartika
-Pangeran Diponegoro
-Douwes Dekker (Setiabudi)
-Elly Uyo (gelar dianugerahkan tahun 2002)
-Haji Fakhruddin
-Fatmawati
-Ferdinand Lumbantobing
-Raja Haji Fisabilillah
-Frans Kaisiepo
-Gatot Mangkupraja (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Jenderal Gatot Subroto
-Halim Perdanakusuma
-Sri Sultan Hamengkubuwana I (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Sri Sultan Hamengkubuwana IX
-Kopral Harun Thohir
-Letnan Jenderal Haryono
-Brigadir Jenderal Hasan Basry (gelar dianugerahkan pada tahun 2001)
-Sultan Hasanuddin
-Kyai Haji Mohammad Hasyim Asyari
-Prof. Dr. Hazairin
-Dr. Ide Anak Agung Gde Agung (gelar dianugerahkan pada tahun 2007)
-I Gusti Ketut Jelantik
-Letnan Kolonel I Gusti Ngurah Rai
-H. Ilyas Yakoub
-Tuanku Imam Bonjol
-Sultan Iskandar Muda
-Ismail Marzuki (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Marsekal Madya Iswahyudi
-Prof. Dr. Iwa Kusumasumantri
-Izaak Huru Doko (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Gusti Pangeran Harya Jatikusumo
-Ir. Raden Juanda Kartawijaya
-AIP Karel Satsuit Tubun
-Raden Ajeng Kartini
-Brigadir Jenderal Katamso Darmokusumo
-Ki Hajar Dewantara
-Kiras Bangun (gelar dianugerahkan pada tahun 2005)
-Dr. Kusumah Atmaja S.H.
-La Madukelleng
-Sultan Mahmud Badaruddin II
-Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara VIII
-Maria Walanda Maramis
-Laksamana Laut Martadinata
-Martha Christina Tiahahu
-Marthen Indey
-Kiai Haji Mas Mansur
-Maskoen Soemadiredja (gelar dianugerahkan pada tahun 2004)
-Mayor Jenderal TNI Prof. Dr. Moestopo
-dr. Moewardi
-Mohamad Roem
-Drs. Mohammad Hatta
-Mohammad Husni Thamrin
-Prof. Mohammad Yamin S.H.
-Muhammad Isa Anshary (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Muhammad Natsir (Gelar dianugerahkan pada tahun 2008)
-Muhammad Saleh Werdisastro
-Nani Wartabone (gelar dianugerahkan pada tahun 2003)
-Kiayi Haji Noer Alie (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Nuku Muhammad Amiruddin
-Nyai Ahmad Dahlan
-Teuku Nyak Arif
-Nyi Ageng Serang
-Haji Oemar Said Tjokroaminoto
-Opu Daeng Risadju (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Oto Iskandar di Nata
-Pajonga Daeng Ngalie Karaeng Polongbangkeng (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Sri Susuhunan Pakubuwana VI
-Mayor Jenderal Pandjaitan
-Parada Harahap
-Kapitan Pattimura
-Kapten Pierre Tendean
-Pong Tiku
-Radin Inten II
-Hajjah Rangkayo Rasuna Said
-Robert Wolter Monginsidi
-Dr. Saharjo S.H.
-G.S.S.J, Dr Sam Ratulangi
-Kiai Haji Samanhudi
-Slamet Riyadi
-Silas Papare
-Sisingamangaraja XII
-Letnan Jenderal Siswondo Parman
-Soekarno
-Jenderal Soedirman
-Kolonel Sugiono
-Sugondo Djojopuspito
-Prof. Dr. Suharso
-Siti Hartinah Suharto
-Sukarjo Wiryopranoto
-Supeno
-Prof. Dr. Soepomo
-Letnan Jenderal Suprapto
-Suprijadi
-Suroso R.P
-Raden Mas Soerjopranoto
-Sutan Syahrir
-dr. Sutomo
-Mayor Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
-Sultan Syarif Kasim II
-Syech Yusuf Tajul Khalwati
-Tb.A.Basuni
-Tuanku Tambusai
-Tengku Rizal Nurdin (gelar dianugerahkan pada tahun 2005)
-Teuku Muhammad Hasan (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Teuku Umar
-Sultan Thaha Sjaifuddin
-Raden Mas Tirto Adhi Soerjo (gelar dianugerahkan pada tahun 2006)
-Tan Malaka
-Untung Suropati
-Letnan Jenderal Urip Sumoharjo
-Usman Janatin
-Wage Rudolf Supratman
-Wahid Hasyim
-Wahidin Sudirohusodo
-Wilhelmus Zakaria Johannes
-Yos Sudarso
-Kiai Haji Zainal Mustafa
-Kiai Haji Zainul Arifin
pulau jawa
Jawa adalah nama sebuah pulau di Indonesia. Pulau ini merupakan pulau terbanyak penduduknya, pulau terpadat penduduknya, dan pulau ketigabelas terbesar di dunia ini. Luas pulau ini 138.793,6 km2 dengan penduduk sekitar 124 juta jiwa (kepadatan 979 jiwa per km2). Penduduk Pulau Jawa sebagian besar adalah suku Jawa dan suku Sunda. Suku Sunda terutama bermukim di sisi barat Pulau Jawa, sementara suku Jawa bermukim di sebelah tengah dan timur. Di sebelah barat Pulau Jawa, banyak juga kantong-kantong komunitas suku Jawa atau suku bangsa yang berbahasa Jawa. Sedangkan di tengah pulau Jawa ditemukan pula kantong-kantong komunitas suku Sunda atau suku bangsa yang berbahasa Sunda, terutama di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Cilacap. Selain itu ada pula suku Madura, dan suku Bali di Jawa Timur dan suku Betawi di sebelah barat Jawa di kota Jakarta dan sekitarnya.
Secara administratif pulau Jawa dibagi menjadi enam Daerah Tingkat I:
-Daerah Khusus Ibukota Jakarta
-Provinsi Banten
-Provinsi Jawa Barat
-Provinsi Jawa Tengah
-Provinsi Jawa Timur
-Daerah Istimewa Yogyakarta
Pulau ini merupakan bagian dari gugusan kepulauan Sunda Besar dan paparan Sunda.
Topografi Jawa
Lokasi Asia Tenggara
Koordinat :7°30′10″LS,111°15′47″BT
Kepulauan :Kepulauan Sunda Besar
Wilayah :126.700 km² (48.919,1 mil²)
Titik tertinggi :Semeru 3.676 meter (12.060 kaki)
ProvinsI :Banten,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta,Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kota terbesar :Jakarta
Demografi
Populasi :124 juta (2005)
Kepadatan :979/km²
Masyarakat pribumi:Sunda, Jawa, Tengger, Badui, Osing, Banten, Cirebon, Betawi
1. Daftar gunung di pulau Jawa
Pulau Jawa merupakan pulau vulkanik. Di sini terdapat banyak gunung berapi.
-Gunung Anjasmara
-Gunung Argapura
-Gunung Arjuna
-Gunung Gede
-Gunung Pangrango
-Gunung Salak
-Gunung Burangrang
-Gunung Tangkuban Parahu
-Gunung Bukit Tunggul
-Gunung Malabar
-Gunung Wayang
-Gunung Masigit
-Gunung Papandayan
-Gunung Guntur
-Gunung Cikuray
-Gunung Patuha
-Gunung Cereme
-Gunung Slamet
-Gunung Sundara
-Gunung Sumbing
-Gunung Merapi
-Gunung Merbabu
-Gunung Muria
-Gunung Ungaran
-Gunung Lawu
-Gunung Welirang
-Gunung Kembar I
-Gunung Kembar II
-Gunung Penanggungan
-Gunung Mahameru
-Gunung Wilis
-Gunung Raung
-Gunung Krakatau
-Gunung Galunggung
Secara administratif pulau Jawa dibagi menjadi enam Daerah Tingkat I:
-Daerah Khusus Ibukota Jakarta
-Provinsi Banten
-Provinsi Jawa Barat
-Provinsi Jawa Tengah
-Provinsi Jawa Timur
-Daerah Istimewa Yogyakarta
Pulau ini merupakan bagian dari gugusan kepulauan Sunda Besar dan paparan Sunda.
Topografi Jawa
Lokasi Asia Tenggara
Koordinat :7°30′10″LS,111°15′47″BT
Kepulauan :Kepulauan Sunda Besar
Wilayah :126.700 km² (48.919,1 mil²)
Titik tertinggi :Semeru 3.676 meter (12.060 kaki)
ProvinsI :Banten,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta,Jawa Barat,Jawa Tengah,Jawa Timur, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kota terbesar :Jakarta
Demografi
Populasi :124 juta (2005)
Kepadatan :979/km²
Masyarakat pribumi:Sunda, Jawa, Tengger, Badui, Osing, Banten, Cirebon, Betawi
1. Daftar gunung di pulau Jawa
Pulau Jawa merupakan pulau vulkanik. Di sini terdapat banyak gunung berapi.
-Gunung Anjasmara
-Gunung Argapura
-Gunung Arjuna
-Gunung Gede
-Gunung Pangrango
-Gunung Salak
-Gunung Burangrang
-Gunung Tangkuban Parahu
-Gunung Bukit Tunggul
-Gunung Malabar
-Gunung Wayang
-Gunung Masigit
-Gunung Papandayan
-Gunung Guntur
-Gunung Cikuray
-Gunung Patuha
-Gunung Cereme
-Gunung Slamet
-Gunung Sundara
-Gunung Sumbing
-Gunung Merapi
-Gunung Merbabu
-Gunung Muria
-Gunung Ungaran
-Gunung Lawu
-Gunung Welirang
-Gunung Kembar I
-Gunung Kembar II
-Gunung Penanggungan
-Gunung Mahameru
-Gunung Wilis
-Gunung Raung
-Gunung Krakatau
-Gunung Galunggung
lagu-lagu daerah di indonesia
-Ampar-Ampar Pisang (Kalimantan Selatan)
-Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur)
-Angin Mamiri (Sulawesi Selatan)
-Anju Ahu (Sumatera Utara)
-Apuse (Papua)
-Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat)
-Barek Solok (Sumatera Barat)
-Batanghari (Jambi)
-Bolelebo (Nusa Tenggara Barat)
-Bubuy Bulan (Jawa Barat)
-Bungong Jeumpa (Aceh)
-Burung Tantina (Maluku)
-Butet (Sumatera Utara)
-Cik-Cik Periuk (Kalimantan Barat)
-Cikala Le Pongpong (Sumatera Utara)
-Cing Cangkeling (Jawa Barat)
-Cuk Mak Ilang (Sumatera Selatan)
-Dago Inang Sarge (Sumatera Utara)
-Dayung Palinggam (Sumatera Barat)
-Dayung Sampan (Banten)
-Dek Sangke (Sumatera Selatan)
-Desaku (Nusa Tenggara Timur)
-Esa Mokan (Sulawesi Utara)
-Gambang Suling (Jawa Tengah)
-Gek Kepriye (Jawa Tengah)
-Goro-Gorone (Maluku)
-Gundul Pacul (Jawa Tengah)
-Helele U Ala De Teang (Nusa Tenggara Barat)
-Huhatee (Maluku)
-Ilir-Ilir (Jawa Tengah)
-Indung-Indung (Kalimantan Timur)
-Injit-Injit Semut (Jambi)
-Jali-Jali (Jakarta)
-Jamuran (Jawa Tengah)
-Kabile-Bile (Sumatera Selatan)
-Kalayar (Kalimantan Tengah)
-Kambanglah Bungo (Sumatera Barat)
-Kampuang Nan Jauh Di Mato (Sumatera Barat)
-Ka Parak Tingga (Sumatera Barat)
-Keraban Sape (Jawa Timur)
-Keroncong Kemayoran (Jakarta)
-Kicir-Kicir (Jakarta)
-Kole-Kole (Maluku)
-Lalan Belek (Bengkulu)
-Lembah Alas (Aceh)
-Lisoi (Sumatera Utara)
-Madekdek Magambiri (Sumatera Utara)
-Malam Baiko (Sumatera Barat)
-Mande-Mande (Maluku)
-Manuk Dadali (Jawa Barat)
-Ma Rencong (Sulawesi Selatan)
-Mejangeran (Bali)
-Mariam Tomong (Sumatera Utara)
-Moree (Nusa Tenggara Barat)
-Nasonang Dohita Nadua (Sumatera Utara)
-O Ina Ni Keke (Sulawesi Utara)
-Ole Sioh (Maluku)
-Orlen-Orlen (Nusa Tenggara Barat)
-O Ulate (Maluku)
-Pai Mura Rame (Nusa Tenggara Barat)
-Pakarena (Sulawesi Selatan)
-Panon Hideung (Jawa Barat)
-Paris Barantai (Kalimantan Selatan)
-Peia Tawa-Tawa (Sulawesi Tenggara)
-Pileuleuyan (Jawa Barat)
-Pinang Muda (Jambi)
-Piso Surit (Sumatera Utara(Karo))
-Pitik Tukung (Yogyakarta)
-Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur)
-Rambadia (Sumatera Utara)
-Rang Talu (Sumatera Barat)
-Rasa Sayang-Sayange (Maluku)
-Ratu Anom (Bali)
-Saputangan Bapuncu Ampat (Kalimantan Selatan)
-Sarinande (Maluku)
-Selendang Mayang (Jambi)
-Sengko-Sengko (Sumatera Utara)
-Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)
-Sing Sing So (Sumatera Utara)
-Sinom (Yogyakarta)
-Si Patokaan (Sulawesi Utara)
-Sitara Tillo (Sulawesi Utara)
-Soleram (Riau)
-Surilang (Jakarta)
-Suwe Ora Jamu (Yogyakarta)
-Tanduk Majeng (Jawa Timur)
-Tanase (Maluku)
-Tari Tanggai (Sumatera Selatan)
-Tebe Onana (Nusa Tenggara Barat)
-Te Kate Dipanah (Yogyakarta)
-Tokecang (Jawa Barat)
-Tondok Kadadingku (Sulawesi Tengah)
-Tope Gugu (Sulawesi Tengah)
-Tumpi Wayu (Kalimantan Tengah)
-Tutu Koda (Nusa Tenggara Barat)
-Yamko Rambe Yamko (Papua)
-Bapak Pucung (Jawa Tengah)
-Yen Ing Tawang Ono Lintang (Jawa Tengah)
-Stasiun Balapan, Didi Kempot (Jawa Tengah)
-Anak Kambing Saya (Nusa Tenggara Timur)
-Angin Mamiri (Sulawesi Selatan)
-Anju Ahu (Sumatera Utara)
-Apuse (Papua)
-Ayam Den Lapeh (Sumatera Barat)
-Barek Solok (Sumatera Barat)
-Batanghari (Jambi)
-Bolelebo (Nusa Tenggara Barat)
-Bubuy Bulan (Jawa Barat)
-Bungong Jeumpa (Aceh)
-Burung Tantina (Maluku)
-Butet (Sumatera Utara)
-Cik-Cik Periuk (Kalimantan Barat)
-Cikala Le Pongpong (Sumatera Utara)
-Cing Cangkeling (Jawa Barat)
-Cuk Mak Ilang (Sumatera Selatan)
-Dago Inang Sarge (Sumatera Utara)
-Dayung Palinggam (Sumatera Barat)
-Dayung Sampan (Banten)
-Dek Sangke (Sumatera Selatan)
-Desaku (Nusa Tenggara Timur)
-Esa Mokan (Sulawesi Utara)
-Gambang Suling (Jawa Tengah)
-Gek Kepriye (Jawa Tengah)
-Goro-Gorone (Maluku)
-Gundul Pacul (Jawa Tengah)
-Helele U Ala De Teang (Nusa Tenggara Barat)
-Huhatee (Maluku)
-Ilir-Ilir (Jawa Tengah)
-Indung-Indung (Kalimantan Timur)
-Injit-Injit Semut (Jambi)
-Jali-Jali (Jakarta)
-Jamuran (Jawa Tengah)
-Kabile-Bile (Sumatera Selatan)
-Kalayar (Kalimantan Tengah)
-Kambanglah Bungo (Sumatera Barat)
-Kampuang Nan Jauh Di Mato (Sumatera Barat)
-Ka Parak Tingga (Sumatera Barat)
-Keraban Sape (Jawa Timur)
-Keroncong Kemayoran (Jakarta)
-Kicir-Kicir (Jakarta)
-Kole-Kole (Maluku)
-Lalan Belek (Bengkulu)
-Lembah Alas (Aceh)
-Lisoi (Sumatera Utara)
-Madekdek Magambiri (Sumatera Utara)
-Malam Baiko (Sumatera Barat)
-Mande-Mande (Maluku)
-Manuk Dadali (Jawa Barat)
-Ma Rencong (Sulawesi Selatan)
-Mejangeran (Bali)
-Mariam Tomong (Sumatera Utara)
-Moree (Nusa Tenggara Barat)
-Nasonang Dohita Nadua (Sumatera Utara)
-O Ina Ni Keke (Sulawesi Utara)
-Ole Sioh (Maluku)
-Orlen-Orlen (Nusa Tenggara Barat)
-O Ulate (Maluku)
-Pai Mura Rame (Nusa Tenggara Barat)
-Pakarena (Sulawesi Selatan)
-Panon Hideung (Jawa Barat)
-Paris Barantai (Kalimantan Selatan)
-Peia Tawa-Tawa (Sulawesi Tenggara)
-Pileuleuyan (Jawa Barat)
-Pinang Muda (Jambi)
-Piso Surit (Sumatera Utara(Karo))
-Pitik Tukung (Yogyakarta)
-Potong Bebek Angsa (Nusa Tenggara Timur)
-Rambadia (Sumatera Utara)
-Rang Talu (Sumatera Barat)
-Rasa Sayang-Sayange (Maluku)
-Ratu Anom (Bali)
-Saputangan Bapuncu Ampat (Kalimantan Selatan)
-Sarinande (Maluku)
-Selendang Mayang (Jambi)
-Sengko-Sengko (Sumatera Utara)
-Sinanggar Tulo (Sumatera Utara)
-Sing Sing So (Sumatera Utara)
-Sinom (Yogyakarta)
-Si Patokaan (Sulawesi Utara)
-Sitara Tillo (Sulawesi Utara)
-Soleram (Riau)
-Surilang (Jakarta)
-Suwe Ora Jamu (Yogyakarta)
-Tanduk Majeng (Jawa Timur)
-Tanase (Maluku)
-Tari Tanggai (Sumatera Selatan)
-Tebe Onana (Nusa Tenggara Barat)
-Te Kate Dipanah (Yogyakarta)
-Tokecang (Jawa Barat)
-Tondok Kadadingku (Sulawesi Tengah)
-Tope Gugu (Sulawesi Tengah)
-Tumpi Wayu (Kalimantan Tengah)
-Tutu Koda (Nusa Tenggara Barat)
-Yamko Rambe Yamko (Papua)
-Bapak Pucung (Jawa Tengah)
-Yen Ing Tawang Ono Lintang (Jawa Tengah)
-Stasiun Balapan, Didi Kempot (Jawa Tengah)
Minggu, 03 Mei 2009
daerah
Daerah, dalam konteks pembagian administratif di Indonesia, adalah kesatuan masyarakat hukum yang mempunyai batas-batas wilayah yang berwenang mengatur dan mengurus urusan pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri berdasarkan aspirasi masyarakat.
Daerah terdiri atas Provinsi, Kabupaten, atau Kota. Sedangkan kecamatan, desa, dan kelurahan tidaklah dianggap sebagai suatu Daerah (daerah otonom). Daerah dipimpin oleh Kepala Daerah (gubernur/bupati/walikota), dan memiliki Pemerintahan Daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Di Malaysia, "daerah" adalah bagian dari negeri (negara bagian), kecuali di Malaysia Timur (Sabah dan Sarawak) di mana "daerah" adalah bagian dari "bahagian", yang sendirinya merupakan bagian dari negeri
Daerah terdiri atas Provinsi, Kabupaten, atau Kota. Sedangkan kecamatan, desa, dan kelurahan tidaklah dianggap sebagai suatu Daerah (daerah otonom). Daerah dipimpin oleh Kepala Daerah (gubernur/bupati/walikota), dan memiliki Pemerintahan Daerah serta Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Di Malaysia, "daerah" adalah bagian dari negeri (negara bagian), kecuali di Malaysia Timur (Sabah dan Sarawak) di mana "daerah" adalah bagian dari "bahagian", yang sendirinya merupakan bagian dari negeri
Sabtu, 02 Mei 2009
ujian nasional
Ujian Nasional biasa disingkat UN adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan. Yang di maksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.
Manfaat standard setting ujian akhir:
1.Adanya batas kelulusan setiap mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi minimum.
2.Adanya standard yang sama untuk setiap mata pelajaran sebagai standard minimum pencapaian kompetensi.
Daftar isi:
1. Standar pendidikan nasional
2. Strategi Perancangan
3. Pranala luar
4. Pustaka
1. Standar pendidikan nasional
Selama ini penentuan batas kelulusan ujian nasional ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengambil keputusan (stakeholder) saja. Batas kelulusan itu ditentukan sama untuk setiap mata pelajaran. Padahal karakteristik mata pelajaran dan kemampuan peserta didik tidaklah sama. Hal itu tidak menjadi pertimbangan para pengambil keputusan pendidikan. Belum tentu dalam satu jenjang pendidikan tertentu, tiap mata pelajaran memiliki standar yang sama sebagai standar minimum pencapaian kompetensi. Ada mata pelajaran yang menuntut pencapaian kompetensi minimum yang tinggi, sementara mata pelajaran lain menentukan tidak setinggi itu. Keadaan ini menjadi tidak adil bagi peserta didik, karena dituntut melebihi kapasitas kemampuan maksimalnya.
2. Strategi Perancangan
Penyusunan standard setting dimulai dengan penentuan pendekatan yang digunakan dalam penentuan standar. Ada tiga macam pendekatan yang dapat dipakai sebagai acuan yaitu:
1.Penentuan standar berdasarkan kesan umum terhadap tes
2.Penentuan standar tes berdasarkan isi setiap soal tes
3.Penentuan standar berdasarkan skor tes
Pada tiap-tiap akhir tahun kegiatan belajar diambil kesimpulan dan pembukuan standar setting berdasarkan tiga pendekatan tersebut untuk menentukan batas kelulusan.
Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan. Yang di maksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.
Manfaat standard setting ujian akhir:
1.Adanya batas kelulusan setiap mata pelajaran sesuai dengan tuntutan kompetensi minimum.
2.Adanya standard yang sama untuk setiap mata pelajaran sebagai standard minimum pencapaian kompetensi.
Daftar isi:
1. Standar pendidikan nasional
2. Strategi Perancangan
3. Pranala luar
4. Pustaka
1. Standar pendidikan nasional
Selama ini penentuan batas kelulusan ujian nasional ditentukan berdasarkan kesepakatan antara pengambil keputusan (stakeholder) saja. Batas kelulusan itu ditentukan sama untuk setiap mata pelajaran. Padahal karakteristik mata pelajaran dan kemampuan peserta didik tidaklah sama. Hal itu tidak menjadi pertimbangan para pengambil keputusan pendidikan. Belum tentu dalam satu jenjang pendidikan tertentu, tiap mata pelajaran memiliki standar yang sama sebagai standar minimum pencapaian kompetensi. Ada mata pelajaran yang menuntut pencapaian kompetensi minimum yang tinggi, sementara mata pelajaran lain menentukan tidak setinggi itu. Keadaan ini menjadi tidak adil bagi peserta didik, karena dituntut melebihi kapasitas kemampuan maksimalnya.
2. Strategi Perancangan
Penyusunan standard setting dimulai dengan penentuan pendekatan yang digunakan dalam penentuan standar. Ada tiga macam pendekatan yang dapat dipakai sebagai acuan yaitu:
1.Penentuan standar berdasarkan kesan umum terhadap tes
2.Penentuan standar tes berdasarkan isi setiap soal tes
3.Penentuan standar berdasarkan skor tes
Pada tiap-tiap akhir tahun kegiatan belajar diambil kesimpulan dan pembukuan standar setting berdasarkan tiga pendekatan tersebut untuk menentukan batas kelulusan.
Jumat, 01 Mei 2009
batik
Kata batik berasal dari kata bersuku tunggal”tik” berarti titik,membatik berarti membuat bertitik .titik ini disebut”cecek” adalah bagian penting dari batik.pada dasarnya membatik adalah melukis juga,untuk melukis dilakukan di atas kain kanvas dengan kuas dan cat minyak.untuk membatik dilakukan di atas kain mori dengan canting dan malam(sejenis lilin berwarna coklat).
BAHAN-BAHAN UNTUK MEMBUAT BATIK
Bahan untuk membuat batik yaitu:
(1)wajan kecil yang digunakan sebagai tempat untuk memanaskan malam (lilin) supaya cair; (2) anglo, untuk memanaskan malam dengan bara api dari arang; (3) tepas (kipas), untuk memperoleh angin agar bara api tetap menyala; (4) gawangan, untuk menempatkan mori yang akan dibatik; (5) bandhul, untuk menahan kain agar tidak bergerak-gerak ketika dilukis; (6) uthik, untuk mengais arang; (7) canting dengan berbagai macam ukuran sebagai alat untuk mencurahkan malam cair ke dalam mori yang digambari; (8) kenceng, untuk mendidihkan air ketika nglorot atau mbabar; (9) cawuk, untuk mengerok; dan (10) alu, untuk memukuli kain mori yang akan dibatik agar lemas dan memudahkan pembatik dalam proses pembuatannya. Bahan dasar untuk membuat batik tulis adalah kain mori. Selain itu, ada pula bahan-bahan yang digunakan sebagai pewarnanya yang dapat berupa zat kimia maupun pewarna alami seperti: kulit kayu tingi, soga, tegeran, dan lain sebagainya.
CARA MEMBUAT BATIK Bag 1
1. Membatik tulis .
Bahan dan alat untuk membatik tulis bahannya : kain mori,primissima,malam,naptol,alatnya : gambar pola batik,kaca,pensil,canting,wajan,dan kompor.
2. Prosedur pembuatan untuk batik tulis :
A. kain direbus duku untuk menghilangkan kanji’y.
B. kain digambar dgn pensil meniru pola dibawah’y,dilanjutkan“nglowongi”arti’y dibatik dgn canting dan dibuat pola bolak balik( istilah’y “nerusi”).
C. diberi isen” misal’y : cecek,carat,sawut dan, lainnya,jumlah isen” pada batik ada 65 jenis.
D. apabila menginginkan ada bagian berwarna putih ditutup dgn malam istilah’y ”tembokan”.
E. Pemberian warna dgn mencelupkan pada Bak yg diberi zat pewarna.
F. pengerokan untuk menghilangkan malam Bekas canting.
G. pewarnaan kedua dicelup dgn warna Sogan( cokelat ).
H.menghilangkan malam dgn direbus dgn Istilah “nglorod”.
CARA MEMBUAT BATIK Bag 2
1. Dikerjakan dengan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain.
2. gambar/desain pada batik tulis tidak ada Bentuk pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap.
3. Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus.
4. Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif (batik tulis putihan/tembokan).
5. Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya.
6. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan dengan pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan lamanya.
7. Alat kerja berupa canting harganya relatif lebih murah berkisar Rp. 10.000,- hingga Rp. 20.000,-/pcs.
8. Harga jual batik tulis relatif lebih mahal, dikarenakan dari sisi kualitas biasanya lebih bagus, mewah dan unik.
Asal Usul batik di Giriloyo (Bantul,DIY) Indonesia.
Konon, desa yang sekarang dikenal sebagai Wukirsari adalah gabungan dari desa-desa kecil, yaitu Giriloyo, Pucung, Singosaren dan Kedungbuweng. Penduduknya masing-masing mempunyai aktivitas tersendiri, terutama Giriloyo, Pucung, dan Singosaren, sehingga desa-desa tersebut menjadi terkenal karena keahlian yang dimiliki oleh penduduknya. Dalam hal ini Giriloyo terkenal dengan batiknya, Pucung terkenal dengan kerajinan kulit dan anyaman bambunya, dan Singosaren terkenal dengan gentengnya.
Asal usul batik tulis Giriloyo konon berawal bersamaan dengan berdirinya makam raja-raja di Imogiri yang terletak di bukit Merak pada tahun 1654. Pada waktu itu, ketika Sultan Agung (cucu Panembahan Senopati) berniat membangun makam, beliau menemukan bukit yang tanahnya berbau harum dan dirasa cocok untuk dibuat makam. Namun, ketika pemakaman sedang dibangun, pamannya yang bernama Panembahan Juminah menyatakan keinginannya untuk turut dimakamkan di tempat itu. Ternyata yang meninggal duluan adalah pamannya. Oleh karena itu, yang pertama kali menempati makam tersebut adalah pamannya dan bukan Sultan Agung. Sultan Agung pun kecewa karena sebagai penguasa atau raja seharusnya yang pertama kali dimakamkan di situ adalah dirinya. Untuk menetralisir kekecewaan, Sultan Agung mengalihkan pembangunan calon makam untuk dirinya di bukit lain yang oleh penduduk setempat dinamakan “Bukit Merak” yang berada di Dusun Pajimatan wilayah Girirejo11.
Sejalan dengan berdirinya makam raja-raja di Imogiri ini maka perlu tenaga yang bertanggung jawab untuk memelihara dan menjaganya.
Untuk itu, keraton menugaskan abdi dalem yang dikepalai oleh seorang yang berpangkat bupati. Oleh karena banyak abdi dalem yang bertugas memeliharanya, sehingga sering berhubungan dengan keraton, maka kepandaian membatik dengan motif batik halus keraton berkembang di
wilayah ini. Kemudian, keterampilan membatik itu diwariskan kepada anak atau cucu perempuannya.
Seiring dengan pesanan keraton yang semakin banyak, sementara jumlah perajian batik yang ada di Pajimatan terbatas (tidak memadai), mereka mendatangkan tenaga-tenaga dari Giriloyo. Dan, bagi penduduk Giriloyo itu merupakan suatu keberuntungan karena mereka bisa ngangsu kaweruh tentang batik di Pajimatan sebelum mereka berusaha sendiri. Apalagi, pengerjaannya dilakukan di rumah masing-masing. Artinya, kain yang akan dibatik dibawa pulang ke Giriloyo, kemudian (setelah jadi) disetorkan ke Pajimatan. Inilah yang kemudian membuat nama Giriloyo lebih mencuat ketimbang Pajimatan.
Satu hal yang perlu diacungi jempol adalah bahwa para perajin batik Giriloyo tetap mempertahankan batik-tulisnya. Mereka bukannya tidak mengenal batik-cap sebagaimana sentra-sentra lainnya di wilayah bantul, seperti Desa Wijireja, Murtigading2, tetapi mereka tidak tergoda; mereka tetap mempertahankan tradisi leluhurnya, yaitu memproduksi batik-tulis dan bukannya batik-cap. Adapun jenis-jenis batik yang diproduksi antara lain: jarit, sarung, dan kemben (selendang).
BAHAN-BAHAN UNTUK MEMBUAT BATIK
Bahan untuk membuat batik yaitu:
(1)wajan kecil yang digunakan sebagai tempat untuk memanaskan malam (lilin) supaya cair; (2) anglo, untuk memanaskan malam dengan bara api dari arang; (3) tepas (kipas), untuk memperoleh angin agar bara api tetap menyala; (4) gawangan, untuk menempatkan mori yang akan dibatik; (5) bandhul, untuk menahan kain agar tidak bergerak-gerak ketika dilukis; (6) uthik, untuk mengais arang; (7) canting dengan berbagai macam ukuran sebagai alat untuk mencurahkan malam cair ke dalam mori yang digambari; (8) kenceng, untuk mendidihkan air ketika nglorot atau mbabar; (9) cawuk, untuk mengerok; dan (10) alu, untuk memukuli kain mori yang akan dibatik agar lemas dan memudahkan pembatik dalam proses pembuatannya. Bahan dasar untuk membuat batik tulis adalah kain mori. Selain itu, ada pula bahan-bahan yang digunakan sebagai pewarnanya yang dapat berupa zat kimia maupun pewarna alami seperti: kulit kayu tingi, soga, tegeran, dan lain sebagainya.
CARA MEMBUAT BATIK Bag 1
1. Membatik tulis .
Bahan dan alat untuk membatik tulis bahannya : kain mori,primissima,malam,naptol,alatnya : gambar pola batik,kaca,pensil,canting,wajan,dan kompor.
2. Prosedur pembuatan untuk batik tulis :
A. kain direbus duku untuk menghilangkan kanji’y.
B. kain digambar dgn pensil meniru pola dibawah’y,dilanjutkan“nglowongi”arti’y dibatik dgn canting dan dibuat pola bolak balik( istilah’y “nerusi”).
C. diberi isen” misal’y : cecek,carat,sawut dan, lainnya,jumlah isen” pada batik ada 65 jenis.
D. apabila menginginkan ada bagian berwarna putih ditutup dgn malam istilah’y ”tembokan”.
E. Pemberian warna dgn mencelupkan pada Bak yg diberi zat pewarna.
F. pengerokan untuk menghilangkan malam Bekas canting.
G. pewarnaan kedua dicelup dgn warna Sogan( cokelat ).
H.menghilangkan malam dgn direbus dgn Istilah “nglorod”.
CARA MEMBUAT BATIK Bag 2
1. Dikerjakan dengan menggunakan canting yaitu alat yang terbuat dari tembaga yang dibentuk bisa menampung malam (lilin batik) dengan memiliki ujung berupa saluran/pipa kecil untuk keluarnya malam dalam membentuk gambar awal pada permukaan kain.
2. gambar/desain pada batik tulis tidak ada Bentuk pengulangan yang jelas, sehingga gambar nampak bisa lebih luwes dengan ukuran garis motif yang relatif bisa lebih kecil dibandingkan dengan batik cap.
3. Gambar batik tulis bisa dilihat pada kedua sisi kain nampak lebih rata (tembus bolak-balik) khusus bagi batik tulis yang halus.
4. Warna dasar kain biasanya lebih muda dibandingkan dengan warna pada goresan motif (batik tulis putihan/tembokan).
5. Setiap potongan gambar (ragam hias) yang diulang pada lembar kain biasanya tidak akan pernah sama bentuk dan ukurannya. Berbeda dengan batik cap yang kemungkinannya bisa sama persis antara gambar yang satu dengan gambar lainnya.
6. Waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan batik tulis relatif lebih lama (2 atau 3 kali lebih lama) dibandingkan dengan pembuatan batik cap. Pengerjaan batik tulis yang halus bisa memakan waktu 3 hingga 6 bulan lamanya.
7. Alat kerja berupa canting harganya relatif lebih murah berkisar Rp. 10.000,- hingga Rp. 20.000,-/pcs.
8. Harga jual batik tulis relatif lebih mahal, dikarenakan dari sisi kualitas biasanya lebih bagus, mewah dan unik.
Asal Usul batik di Giriloyo (Bantul,DIY) Indonesia.
Konon, desa yang sekarang dikenal sebagai Wukirsari adalah gabungan dari desa-desa kecil, yaitu Giriloyo, Pucung, Singosaren dan Kedungbuweng. Penduduknya masing-masing mempunyai aktivitas tersendiri, terutama Giriloyo, Pucung, dan Singosaren, sehingga desa-desa tersebut menjadi terkenal karena keahlian yang dimiliki oleh penduduknya. Dalam hal ini Giriloyo terkenal dengan batiknya, Pucung terkenal dengan kerajinan kulit dan anyaman bambunya, dan Singosaren terkenal dengan gentengnya.
Asal usul batik tulis Giriloyo konon berawal bersamaan dengan berdirinya makam raja-raja di Imogiri yang terletak di bukit Merak pada tahun 1654. Pada waktu itu, ketika Sultan Agung (cucu Panembahan Senopati) berniat membangun makam, beliau menemukan bukit yang tanahnya berbau harum dan dirasa cocok untuk dibuat makam. Namun, ketika pemakaman sedang dibangun, pamannya yang bernama Panembahan Juminah menyatakan keinginannya untuk turut dimakamkan di tempat itu. Ternyata yang meninggal duluan adalah pamannya. Oleh karena itu, yang pertama kali menempati makam tersebut adalah pamannya dan bukan Sultan Agung. Sultan Agung pun kecewa karena sebagai penguasa atau raja seharusnya yang pertama kali dimakamkan di situ adalah dirinya. Untuk menetralisir kekecewaan, Sultan Agung mengalihkan pembangunan calon makam untuk dirinya di bukit lain yang oleh penduduk setempat dinamakan “Bukit Merak” yang berada di Dusun Pajimatan wilayah Girirejo11.
Sejalan dengan berdirinya makam raja-raja di Imogiri ini maka perlu tenaga yang bertanggung jawab untuk memelihara dan menjaganya.
Untuk itu, keraton menugaskan abdi dalem yang dikepalai oleh seorang yang berpangkat bupati. Oleh karena banyak abdi dalem yang bertugas memeliharanya, sehingga sering berhubungan dengan keraton, maka kepandaian membatik dengan motif batik halus keraton berkembang di
wilayah ini. Kemudian, keterampilan membatik itu diwariskan kepada anak atau cucu perempuannya.
Seiring dengan pesanan keraton yang semakin banyak, sementara jumlah perajian batik yang ada di Pajimatan terbatas (tidak memadai), mereka mendatangkan tenaga-tenaga dari Giriloyo. Dan, bagi penduduk Giriloyo itu merupakan suatu keberuntungan karena mereka bisa ngangsu kaweruh tentang batik di Pajimatan sebelum mereka berusaha sendiri. Apalagi, pengerjaannya dilakukan di rumah masing-masing. Artinya, kain yang akan dibatik dibawa pulang ke Giriloyo, kemudian (setelah jadi) disetorkan ke Pajimatan. Inilah yang kemudian membuat nama Giriloyo lebih mencuat ketimbang Pajimatan.
Satu hal yang perlu diacungi jempol adalah bahwa para perajin batik Giriloyo tetap mempertahankan batik-tulisnya. Mereka bukannya tidak mengenal batik-cap sebagaimana sentra-sentra lainnya di wilayah bantul, seperti Desa Wijireja, Murtigading2, tetapi mereka tidak tergoda; mereka tetap mempertahankan tradisi leluhurnya, yaitu memproduksi batik-tulis dan bukannya batik-cap. Adapun jenis-jenis batik yang diproduksi antara lain: jarit, sarung, dan kemben (selendang).
generator
Generator arus searah.
Adalah mesin pengubah energi mekanik menjadi energi listrik, sedangkan penggerak dari generator disebut prime mover yang dapat berbentuk turbin air, uap, mesin diesel dll.
Prinsip kerjanya adalah berdasarkan hokum Faraday dimana konduktor memotong medan magnit dan emf atau induksi akan timbul beda tegangan dan adanya komutator yang dipasang pada sumbu generator maka pada terminal generator akan terjadi tegangan searah.
Batere atau Accumulator.
Batere atau akumulator adalah sebuah sel listrik dimana didalamnya berlangsung proses elektrokimia yang reversibel ( dapat berbalikan ) dengan efisiensinya yang tinggi. Yang dimaksud dengan proses elektrokimia reversibel, adalah didalam batere dapat berlangsung proses pengubahan kimia menjadi tenaga listrik ( proses pengosongan ), dan sebaliknya dari tenaga listrik menjadi tenaga kimia ( pengisian kembali dengan cara regenerasi dari elektroda-elektroda yang dipakai, yaitu dengan melewatkan arus listrik dalam arah ( polaritas ) yang berlawanan didalam sel.
Tiap sel batere ini terdiri dari dua macam elektroda yang berlainan, yaitu elektroda positif dan elektroda negatif yang dicelupkan dalam suatu larutan kimia.
Arus Listrik.
adalah mengalirnya electron secara kontinyu pada konduktor akibat perbedaan jumlah electron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.
1 ampere arus adalah mengalirnya electron sebanyak 628×1016 atau sama dengan 1 Coulumb per detik meliwati suatu penampang konduktor.
Kuat Arus Listrik.
Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu.
Difinisi : Amper adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik.
Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu.
1 (satu) Coulomb = 6,28 x 1018 electron
Dimana :
Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb
I = Kuat Arus dalam satuan Amper.
t = waktu dalam satuan detik.
Contoh soal mengenai Kuat arus listrik.
Sebuah batere memberikan arus 0,5 A kepada sebuah lampu selama 2 menit. Berapakah banyaknya muatan listrik yang dipindahkan ?.
Jawab : Diketahui : I = 0,5 amp
t = 2 menit.
Ditanyakan : Q (muatan listrik).
Penyelesaian : t = 2 menit = 2 x 60 = 120 detik
Q = I x t
= 0,5 x 120 = 60 coulomb.
Rapat Arus.
Difinisi : rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm2 luas penampang kawat
Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang kawat.
Dimana : S = Rapat arus [ A/mm²]
I = Kuat arus [ Amp]
q = luas penampang kawat [ mm²]
Tahanan dan daya hantar.
Tahanan difinisikan sbb :
1 (satu Ohm / Ω) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0º C.
Daya hantar didifinisikan sbb :
Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik.
Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus.
Dimana : R = Tahanan kawat listrik [ Ω/ohm]
G = Daya hantar arus [Y/mho]
Tahanan pengahantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya.
Bila suatu penghantar dengan panjang l , dan penampang q serta tahanan jenis (rho), maka tahanan penghantar tersebut adalah :
Dimana : R = tahanan kawat [ Ω/ohm]
= panjang kawat [meter/m]
= tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter]
q = penampang kawat [mm²]
faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistance, karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada :
panjang tahanan.
luas penampang konduktor.
jenis konduktor.
temperatur.
potensial.
potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. dari haltsb diatas kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut potential difference. satuan dari potential difference adalah Volt.
Adalah mesin pengubah energi mekanik menjadi energi listrik, sedangkan penggerak dari generator disebut prime mover yang dapat berbentuk turbin air, uap, mesin diesel dll.
Prinsip kerjanya adalah berdasarkan hokum Faraday dimana konduktor memotong medan magnit dan emf atau induksi akan timbul beda tegangan dan adanya komutator yang dipasang pada sumbu generator maka pada terminal generator akan terjadi tegangan searah.
Batere atau Accumulator.
Batere atau akumulator adalah sebuah sel listrik dimana didalamnya berlangsung proses elektrokimia yang reversibel ( dapat berbalikan ) dengan efisiensinya yang tinggi. Yang dimaksud dengan proses elektrokimia reversibel, adalah didalam batere dapat berlangsung proses pengubahan kimia menjadi tenaga listrik ( proses pengosongan ), dan sebaliknya dari tenaga listrik menjadi tenaga kimia ( pengisian kembali dengan cara regenerasi dari elektroda-elektroda yang dipakai, yaitu dengan melewatkan arus listrik dalam arah ( polaritas ) yang berlawanan didalam sel.
Tiap sel batere ini terdiri dari dua macam elektroda yang berlainan, yaitu elektroda positif dan elektroda negatif yang dicelupkan dalam suatu larutan kimia.
Arus Listrik.
adalah mengalirnya electron secara kontinyu pada konduktor akibat perbedaan jumlah electron pada beberapa lokasi yang jumlah elektronnya tidak sama. satuan arus listrik adalah Ampere.
1 ampere arus adalah mengalirnya electron sebanyak 628×1016 atau sama dengan 1 Coulumb per detik meliwati suatu penampang konduktor.
Kuat Arus Listrik.
Adalah arus yang tergantung pada banyak sedikitnya elektron bebas yang pindah melewati suatu penampang kawat dalam satuan waktu.
Difinisi : Amper adalah satuan kuat arus listrik yang dapat memisahkan 1,118 milligram perak dari nitrat perak murni dalam satu detik.
Rumus – rumus untuk menghitung banyaknya muatan listrik, kuat arus dan waktu.
1 (satu) Coulomb = 6,28 x 1018 electron
Dimana :
Q = Banyaknya muatan listrik dalam satuan coulomb
I = Kuat Arus dalam satuan Amper.
t = waktu dalam satuan detik.
Contoh soal mengenai Kuat arus listrik.
Sebuah batere memberikan arus 0,5 A kepada sebuah lampu selama 2 menit. Berapakah banyaknya muatan listrik yang dipindahkan ?.
Jawab : Diketahui : I = 0,5 amp
t = 2 menit.
Ditanyakan : Q (muatan listrik).
Penyelesaian : t = 2 menit = 2 x 60 = 120 detik
Q = I x t
= 0,5 x 120 = 60 coulomb.
Rapat Arus.
Difinisi : rapat arus ialah besarnya arus listrik tiap-tiap mm2 luas penampang kawat
Rumus-rumus dibawah ini untuk menghitung besarnya rapat arus, kuat arus dan penampang kawat.
Dimana : S = Rapat arus [ A/mm²]
I = Kuat arus [ Amp]
q = luas penampang kawat [ mm²]
Tahanan dan daya hantar.
Tahanan difinisikan sbb :
1 (satu Ohm / Ω) adalah tahanan satu kolom air raksa yang panjangnya 1063 mm dengan penampang 1 mm² pada temperatur 0º C.
Daya hantar didifinisikan sbb :
Kemampuan penghantar arus atau daya hantar arus sedangkan penyekat atau isolasi adalah suatu bahan yang mempunyai tahanan yang besar sekali sehingga tidak mempunyai daya hantar atau daya hantarnya kecil yang berarti sangat sulit dialiri arus listrik.
Rumus untuk menghitung besarnya tahanan listrik terhadap daya hantar arus.
Dimana : R = Tahanan kawat listrik [ Ω/ohm]
G = Daya hantar arus [Y/mho]
Tahanan pengahantar besarnya berbanding terbalik terhadap luas penampangnya.
Bila suatu penghantar dengan panjang l , dan penampang q serta tahanan jenis (rho), maka tahanan penghantar tersebut adalah :
Dimana : R = tahanan kawat [ Ω/ohm]
= panjang kawat [meter/m]
= tahanan jenis kawat [Ωmm²/meter]
q = penampang kawat [mm²]
faktot-faktor yang mempengaruhi nilai resistance, karena tahanan suatu jenis material sangat tergantung pada :
panjang tahanan.
luas penampang konduktor.
jenis konduktor.
temperatur.
potensial.
potensial listrik adalah fenomena berpindahnya arus listrik akibat lokasi yang berbeda potensialnya. dari haltsb diatas kita mengetahui adanya perbedaan potensial listrik yang sering disebut potential difference. satuan dari potential difference adalah Volt.
eksplorasi pola lantai
budaya nusantara adalah karya cipta manusia Indonesia yang berupa kegiatan berpola ekspresi kreatif.kegiatan ini mempunyai tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup,baik secara kelompok maupun individu.gagasan karya cipta terwujud dalam kegiatan tersebut dan dilestarikan dari generasi ke generasi berikutnya.
Ungkapan ekspresi masyarakat Indonesia seperti bersyukur,memuja,bergembira,bersedih,marah,dan kecewa dapat diwujudkan dalam bentuk berolah seni atau berkesenian.sehingga muncullah seni budaya masyarakat Indonesia yang beraneka ragam bentuk dan kegunaanya.misalnya,seni budaya sebagai sarana upacara adat atau keagamaan dan sebagai alat untuk meramaikan suasana pesta desa,serta sarana pertunjukan.
Salah satu bentuk seni budaya masyarakat Indonesia adalah seni tari.seni tari yang berkembang dalam masyarakat Indonesia beraneka ragam,baik gaya,gerak,fungsi,maupun kegunaanya.keanekaragaman seni tari daerah terlihat karena tiap daerah mempunyai cirri khasnya masing-masing.namun pada dasarnya,mempunyai kesamaan yaitu perwujudan dalam rangkaian gerak yang berkesinambungan yang didalamnya terdapat unsure keindahan seperti wiraga,wirama,wirasa,dan wirupa.(unsur gerak tubuh,berirama,berekspresi,dan berwujud).
Masyarakat Indonesia bagian timur,terkenal dengan ketaatanya pada pendahulunya,maka warisan budaya leluhurnya dilestarikan dan dikembangkan terus-menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya.contoh masyarakat Indonesia timur adalah masyarakat papua,Maluku,nusa tenggara timur(Sumbawa,flores).ragam gerak tari daerah wilayah timur Indonesia sangat ekspresif,banyak menggunakan gerak-gerak maknawi.penampilannya dilakukan secara kolektif,cenderung membentuk formasi gerak melingkar,berbanjar dengan tumpuan,dan loncatan kaki yang terkesan kuat(penari laki-laki)dengan gerak tangan yang melenggang dan mengayun mengikuti langkah kaki serta posisi badan sedikit condong ke depan.
CONTOH :
-tari masale
Tari ini berasal dari Sulawesi utara.peragaan geraknya diambil dari gerakan bela diri pencak silat seperti loncatan gerak kaki yang cepat disertai putaran tubuh yang terkesan kuat namun ringan.
-tari tifa
Tari tifa berasal dari kabupaten Maluku tenggara .tarian ini merupakan tarian gembira yang sering dipertunjukan pada saat penyambutan tamu dan malam ramah-tamah.tarian ini dipertunjukan sebagai ungkapan rasa syukur yang disampaikan melalui syair dan nada kepada Tuhan Yng Maha Esa.meskipun keberadaanya terdesak dengan budaya asing,tarian ini masih ditarikan sampai sekarang.bahkan dewasa ini,generasi muda yang hidup di rantau seperti ambon,Jakarta,dan lain-lain tergugah untuk melestarikan dan mengembangkannya.
Dari : berbagai sumber.
Ungkapan ekspresi masyarakat Indonesia seperti bersyukur,memuja,bergembira,bersedih,marah,dan kecewa dapat diwujudkan dalam bentuk berolah seni atau berkesenian.sehingga muncullah seni budaya masyarakat Indonesia yang beraneka ragam bentuk dan kegunaanya.misalnya,seni budaya sebagai sarana upacara adat atau keagamaan dan sebagai alat untuk meramaikan suasana pesta desa,serta sarana pertunjukan.
Salah satu bentuk seni budaya masyarakat Indonesia adalah seni tari.seni tari yang berkembang dalam masyarakat Indonesia beraneka ragam,baik gaya,gerak,fungsi,maupun kegunaanya.keanekaragaman seni tari daerah terlihat karena tiap daerah mempunyai cirri khasnya masing-masing.namun pada dasarnya,mempunyai kesamaan yaitu perwujudan dalam rangkaian gerak yang berkesinambungan yang didalamnya terdapat unsure keindahan seperti wiraga,wirama,wirasa,dan wirupa.(unsur gerak tubuh,berirama,berekspresi,dan berwujud).
Masyarakat Indonesia bagian timur,terkenal dengan ketaatanya pada pendahulunya,maka warisan budaya leluhurnya dilestarikan dan dikembangkan terus-menerus dari satu generasi ke generasi berikutnya.contoh masyarakat Indonesia timur adalah masyarakat papua,Maluku,nusa tenggara timur(Sumbawa,flores).ragam gerak tari daerah wilayah timur Indonesia sangat ekspresif,banyak menggunakan gerak-gerak maknawi.penampilannya dilakukan secara kolektif,cenderung membentuk formasi gerak melingkar,berbanjar dengan tumpuan,dan loncatan kaki yang terkesan kuat(penari laki-laki)dengan gerak tangan yang melenggang dan mengayun mengikuti langkah kaki serta posisi badan sedikit condong ke depan.
CONTOH :
-tari masale
Tari ini berasal dari Sulawesi utara.peragaan geraknya diambil dari gerakan bela diri pencak silat seperti loncatan gerak kaki yang cepat disertai putaran tubuh yang terkesan kuat namun ringan.
-tari tifa
Tari tifa berasal dari kabupaten Maluku tenggara .tarian ini merupakan tarian gembira yang sering dipertunjukan pada saat penyambutan tamu dan malam ramah-tamah.tarian ini dipertunjukan sebagai ungkapan rasa syukur yang disampaikan melalui syair dan nada kepada Tuhan Yng Maha Esa.meskipun keberadaanya terdesak dengan budaya asing,tarian ini masih ditarikan sampai sekarang.bahkan dewasa ini,generasi muda yang hidup di rantau seperti ambon,Jakarta,dan lain-lain tergugah untuk melestarikan dan mengembangkannya.
Dari : berbagai sumber.
ANSAMBEL
Ansambel berasal dari kata ensemble (prancis)yang berarti bersama-sama sehingga ansambel music dapat diartikan yaitu sebuah penyajian music yang dilakukan secara bersama-sama dengan menggunakan satu jenis alat music atau berbagai jenis alat music.
Dalam permainan ansambel music ,alat music menurut fungsinya dikelompokan menjadi 3 yaitu :
1.alat music melodis
Berfungsi untuk memainkan/membawakan susunan nada-nada(melodi) sebuah lagu.contoh :recorder,biola,pianika,harmonica,bellyra,vibraphone,gloken-spiel,flute,dan lain-lain.
2.alat music ritmis
Berfungsi untuk menentukan/memberikan irama(ritme)tertentu dalam pergelaran music juga berhubungan dengan ketukan dan birama.contoh :triangle,castagnet,ketipung,kendang,symbal,tamborin,rebana,snare drum,bass drum,tifa,dan lain-lain.
3.alat music harmonis
Berfungsi mengiring melodi(membawa/memainkan akor)biasanya para ahli menyebut nama soliter(berfungsi ganda dapat untuk melodi tapi juga dapat sebagai pengiring melodi).contoh :gitar,pianika,harmonica akor,ukulele,dan lain-lain.alat music soliter tradisional misalnya gender,gambang,talempong,siter,kecapi sunda.
Menurut bentuk penyajiannya music ansambel dibagi 2 sebagai berikut :
1.musik ansambel sejenis
Yaitu bentuk penyajian yang menggunakan alat music sejenis,contoh : ansambel recorder (semuanya memainkan alat music recorder).
2.musik ansambel campuran
Yaitu bentuk penyajian music ansambel yang menggunakan beberapa jenis alat music(beraneka ragam),contoh : recorder,pianika,gitar,castagnet,tamborin,harmonica akord,dan lain-lain.
Dalam permainan ansambel music ,alat music menurut fungsinya dikelompokan menjadi 3 yaitu :
1.alat music melodis
Berfungsi untuk memainkan/membawakan susunan nada-nada(melodi) sebuah lagu.contoh :recorder,biola,pianika,harmonica,bellyra,vibraphone,gloken-spiel,flute,dan lain-lain.
2.alat music ritmis
Berfungsi untuk menentukan/memberikan irama(ritme)tertentu dalam pergelaran music juga berhubungan dengan ketukan dan birama.contoh :triangle,castagnet,ketipung,kendang,symbal,tamborin,rebana,snare drum,bass drum,tifa,dan lain-lain.
3.alat music harmonis
Berfungsi mengiring melodi(membawa/memainkan akor)biasanya para ahli menyebut nama soliter(berfungsi ganda dapat untuk melodi tapi juga dapat sebagai pengiring melodi).contoh :gitar,pianika,harmonica akor,ukulele,dan lain-lain.alat music soliter tradisional misalnya gender,gambang,talempong,siter,kecapi sunda.
Menurut bentuk penyajiannya music ansambel dibagi 2 sebagai berikut :
1.musik ansambel sejenis
Yaitu bentuk penyajian yang menggunakan alat music sejenis,contoh : ansambel recorder (semuanya memainkan alat music recorder).
2.musik ansambel campuran
Yaitu bentuk penyajian music ansambel yang menggunakan beberapa jenis alat music(beraneka ragam),contoh : recorder,pianika,gitar,castagnet,tamborin,harmonica akord,dan lain-lain.
Kamis, 30 April 2009
WISATA BANDUNG SELATAN
JALAN-JALAN KE KAWASAN CIWIDEY
Bandung selatan bisa jadi pilihan yang asyik buat jalan-jalan.khususnya kawasan ciwidey.selain udara yang sejuk,kita juga bisa menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan.mulai dari jejeran tanaman strawberry milik masyarakat yang siap dipetik,hingga hamparan hijau pohon teh yang berbaris rapih.bukan cuma itu,kita juga bisa singgah ke obyek pariwisata yang jaraknya berdekatan.seperti kawah putih,situ patengan,air panas cimanggu dan masih banyak lagi.yang pasti banyak pilihan untuk disinggahi.
Tempat paling pertama disinggahi di ciwidey adalah kawah putih.wisata kawah putih yang terletak kurang lebih 46 km dari kota bandung bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.bila anda menggunakan kendaraan umum tak perlu khawatir,disana terdapat angkutan yang akan mengantar anda sampai ke area wisata kawah putih.tarifnya rp.8.000 per orang(dari pintu masuk hingga kawah putih).angkutan tersebut bisa juga menyewa dengan tariff rp.100.000 per pulang pergi.nah,buat yang menggunakan sepeda motor bisa berkonvoi hingga langsung masuk ke area parker kawasan wisata kawah putih.
Setelah memasuki area kawah putih,anda pasti akan terpaku dan terpana begitu melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana menakjubkannya genangan air yang berwarna putih disertai asap yang mengepul di atasnya.warna air di danau kawah putih gak selalu berwarna putih.warna putih kawah merupakan warna yang paling ditemui saat berkunjung ,terkadang air berwarna hijau apel dan kebiru-biruan,bila terik matahari dan cuaca terang ,terkadang pula berwarna coklat susu.yang kurang menyenangkan di kawasan ini adalah bau belerang yang sangat menyengat.bagi sebagian orang bisa menyebabkan batuk-batuk karena mencium baunya.nggak jauh dari kawasan kawah putih terdapat goa buatan sedalam 5 meter.goa ini dulunya pernah dijadikan sebagai tambang belerang.bila melewati goa tersebut anda pasti akan mencium bau belerang yang sangat menyengat .karena kandungan belerang yang sangat tinggi itulah,pada zaman dulu sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining kawah putih.
Kawah putih terjadi saat akibat letusan gunung patuha(berada kurang lebih 2300 meter diatas permukaan laut)yang terjadi sekitar abad ke 10s/d abad ke 12 .selain kawah putih juga terdapat kawah lain yang dikenal dengan nama kawah saat.gunung patuha atau masyarakat sekitar menyebutnya gunung sepuh ternyata menyimpan banyak legenda.konon,asal mula patuha berasal dari kata “pak tua”atau”kasepuh”.masyarakat menganggap gunung patuha merupakan kawasan yang angker ,mereka menganggap puncak gunung patuha dahulu merupakan tempat pertemuan para leluhur bandung selatan.tetapai,misteri yang sudah menjadi turun-temurun itu mulai punah setelah terungkap oleh seorang ilmuwan belanda peranakan jerman bernama ,Dr.Franz Wilhelm junghun,yang juga seorang pengusaha perkebunan belanda yang mencintai kelestarian alam pada tahun 1873.kondisi lembah gunung patuha pada waktu itu masih berupa hutan lebat .dipenuhi pohon-pohon kayu jenis local ,seperti rasamala,saninten,huru,samida,dan lain sebagainya.karena rasa penasaran dan ketidakpercayaannya ,junghun terus menembus lebatnya gunung patuha.dn akhirnya dia menemukan suatu danau kawah yang terlihat sangat eksotik,dan sangat indah.meski sudah ditemukan pada 1873 ,tapi kawasan ini baru menjadi objek wisata pada 1987 .dan mulai dikembangkan oleh Pt.perhutani (persero) unit III jabar dan banten pada 1993.
SITU PATENGAN
Sutu patengan atau sering juga disebut situ patenggang jaraknya sekitar 3 km dari pintu masuk kawah putih.setelah memasuki gerbang situ patengan ,anda akan melewati perkebunan the yang menghijau.dan nggak jauh kedepan ,akan melihat hamparan air yang sangat banyak dengan keindahan alam yang menawan.kesegaran dan kesejukan menambah kenyamanan anda di area wisata situ patengan .hamparan air yang luas ,dengan sentuhan kabut tipis yang menggantung di atasnya ,menambah indahnya suasana situ(danau).dengan melihat tenanganya air danau ,segarnya udara,dan sejuknya suasana danau akan membuat anda merasa damai dan bisa melupakan sejenak kepenatan dan capek sat touring.selain bisa menikmati pemandangan dari pinggir danau ,anda juga bisa menyewa perahu untuk mengelilingi danau,terutama mengunjungi pulau yang menjadi pelengkap legenda situ patemgan.pulau asmara dan batu cinta merupakan lokasi yang menjadi tujuan para wisatawan.konon menurut ceritanya,siapapun yang singgah ke batu cinta dan mengelilingi pulau asmara maka akan mendapatkan cinta yang abadi.hal inilah yang mungkin menjadikan batu cinta dan pulau asmara menjadi tempat yang membuat wisatawan menjadi penasaran.kalo nggak percaya,coba aja !
AIR PANAS CIMANGGU
Setelah perjalana touring yang melelahkan,ada baiknya memanjakan tubuh anda dengan berendam di kwasan wisata air panas cimanggu.kawasan wisata yang memiliki luas mencapai 154 ha termasuk dalam wilayah desa rancabali,kecamatan ciwidey.jika para bikers touring ke situ patengan ,pasti akan melewati kawasan kolam air panas cimanggu.letaknya nggak jauh dari pintu masuk kawah putih.
Di air panas cimanggu,anda dapat melepas lelah dengan berendam di kolam air panas yang ada.kolam air panas di cimanggu dibagi menjadi 2 jenis,yang pertama adalah kolam umum,kolam ini seperti kolam renang pada umumnya,yang membedakan adalah air yang ada di kolam cimanggu merupakn air panas yang bersumber langsung dari gunung patuha.yang kedua adalah kamar VIP ,di sini disediakan bak mandi untuk berendam,jadi anda menikmati hawa hangat dengan tenang dan bisa memanjakan tubuh.
Lokasi ini nggak hanya ramai di siang hari.pada malam hari-pun lokasi ini banyak dikunjungi para wisatawan.mereka yang datang di malam hari selain ingin menikmati suasana malam hari di perkemahan racaunpas yang nggak jauh dari lokasi wisata cimanggu ini.so,buat para bikers,nggak ada salahnya bila kawasan ciwidey masuk dalam agenda touring group anda.
RANCABALI
Perkebunan rancabali terletak di kecamatan ciwidey kabupaten bandung,18 km kea rah selatan atau 50 km dari bandung.daerah ini terletak di ketinggian 1628 m di atas permukaan laut.rancabali mempunyai dua komoditif usaha,yaitu the dan kina dengan areal prodiktif seluas 1550 ha berada di kaki gunung patuha.perkebunan ranca bali memiliki dua buah pabrik,pbrik the orthodoks dan CTC.
Bandung selatan bisa jadi pilihan yang asyik buat jalan-jalan.khususnya kawasan ciwidey.selain udara yang sejuk,kita juga bisa menikmati pemandangan indah sepanjang perjalanan.mulai dari jejeran tanaman strawberry milik masyarakat yang siap dipetik,hingga hamparan hijau pohon teh yang berbaris rapih.bukan cuma itu,kita juga bisa singgah ke obyek pariwisata yang jaraknya berdekatan.seperti kawah putih,situ patengan,air panas cimanggu dan masih banyak lagi.yang pasti banyak pilihan untuk disinggahi.
Tempat paling pertama disinggahi di ciwidey adalah kawah putih.wisata kawah putih yang terletak kurang lebih 46 km dari kota bandung bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan umum.bila anda menggunakan kendaraan umum tak perlu khawatir,disana terdapat angkutan yang akan mengantar anda sampai ke area wisata kawah putih.tarifnya rp.8.000 per orang(dari pintu masuk hingga kawah putih).angkutan tersebut bisa juga menyewa dengan tariff rp.100.000 per pulang pergi.nah,buat yang menggunakan sepeda motor bisa berkonvoi hingga langsung masuk ke area parker kawasan wisata kawah putih.
Setelah memasuki area kawah putih,anda pasti akan terpaku dan terpana begitu melihat dan menyaksikan sendiri bagaimana menakjubkannya genangan air yang berwarna putih disertai asap yang mengepul di atasnya.warna air di danau kawah putih gak selalu berwarna putih.warna putih kawah merupakan warna yang paling ditemui saat berkunjung ,terkadang air berwarna hijau apel dan kebiru-biruan,bila terik matahari dan cuaca terang ,terkadang pula berwarna coklat susu.yang kurang menyenangkan di kawasan ini adalah bau belerang yang sangat menyengat.bagi sebagian orang bisa menyebabkan batuk-batuk karena mencium baunya.nggak jauh dari kawasan kawah putih terdapat goa buatan sedalam 5 meter.goa ini dulunya pernah dijadikan sebagai tambang belerang.bila melewati goa tersebut anda pasti akan mencium bau belerang yang sangat menyengat .karena kandungan belerang yang sangat tinggi itulah,pada zaman dulu sempat dibangun pabrik belerang dengan nama Zwavel Ontgining kawah putih.
Kawah putih terjadi saat akibat letusan gunung patuha(berada kurang lebih 2300 meter diatas permukaan laut)yang terjadi sekitar abad ke 10s/d abad ke 12 .selain kawah putih juga terdapat kawah lain yang dikenal dengan nama kawah saat.gunung patuha atau masyarakat sekitar menyebutnya gunung sepuh ternyata menyimpan banyak legenda.konon,asal mula patuha berasal dari kata “pak tua”atau”kasepuh”.masyarakat menganggap gunung patuha merupakan kawasan yang angker ,mereka menganggap puncak gunung patuha dahulu merupakan tempat pertemuan para leluhur bandung selatan.tetapai,misteri yang sudah menjadi turun-temurun itu mulai punah setelah terungkap oleh seorang ilmuwan belanda peranakan jerman bernama ,Dr.Franz Wilhelm junghun,yang juga seorang pengusaha perkebunan belanda yang mencintai kelestarian alam pada tahun 1873.kondisi lembah gunung patuha pada waktu itu masih berupa hutan lebat .dipenuhi pohon-pohon kayu jenis local ,seperti rasamala,saninten,huru,samida,dan lain sebagainya.karena rasa penasaran dan ketidakpercayaannya ,junghun terus menembus lebatnya gunung patuha.dn akhirnya dia menemukan suatu danau kawah yang terlihat sangat eksotik,dan sangat indah.meski sudah ditemukan pada 1873 ,tapi kawasan ini baru menjadi objek wisata pada 1987 .dan mulai dikembangkan oleh Pt.perhutani (persero) unit III jabar dan banten pada 1993.
SITU PATENGAN
Sutu patengan atau sering juga disebut situ patenggang jaraknya sekitar 3 km dari pintu masuk kawah putih.setelah memasuki gerbang situ patengan ,anda akan melewati perkebunan the yang menghijau.dan nggak jauh kedepan ,akan melihat hamparan air yang sangat banyak dengan keindahan alam yang menawan.kesegaran dan kesejukan menambah kenyamanan anda di area wisata situ patengan .hamparan air yang luas ,dengan sentuhan kabut tipis yang menggantung di atasnya ,menambah indahnya suasana situ(danau).dengan melihat tenanganya air danau ,segarnya udara,dan sejuknya suasana danau akan membuat anda merasa damai dan bisa melupakan sejenak kepenatan dan capek sat touring.selain bisa menikmati pemandangan dari pinggir danau ,anda juga bisa menyewa perahu untuk mengelilingi danau,terutama mengunjungi pulau yang menjadi pelengkap legenda situ patemgan.pulau asmara dan batu cinta merupakan lokasi yang menjadi tujuan para wisatawan.konon menurut ceritanya,siapapun yang singgah ke batu cinta dan mengelilingi pulau asmara maka akan mendapatkan cinta yang abadi.hal inilah yang mungkin menjadikan batu cinta dan pulau asmara menjadi tempat yang membuat wisatawan menjadi penasaran.kalo nggak percaya,coba aja !
AIR PANAS CIMANGGU
Setelah perjalana touring yang melelahkan,ada baiknya memanjakan tubuh anda dengan berendam di kwasan wisata air panas cimanggu.kawasan wisata yang memiliki luas mencapai 154 ha termasuk dalam wilayah desa rancabali,kecamatan ciwidey.jika para bikers touring ke situ patengan ,pasti akan melewati kawasan kolam air panas cimanggu.letaknya nggak jauh dari pintu masuk kawah putih.
Di air panas cimanggu,anda dapat melepas lelah dengan berendam di kolam air panas yang ada.kolam air panas di cimanggu dibagi menjadi 2 jenis,yang pertama adalah kolam umum,kolam ini seperti kolam renang pada umumnya,yang membedakan adalah air yang ada di kolam cimanggu merupakn air panas yang bersumber langsung dari gunung patuha.yang kedua adalah kamar VIP ,di sini disediakan bak mandi untuk berendam,jadi anda menikmati hawa hangat dengan tenang dan bisa memanjakan tubuh.
Lokasi ini nggak hanya ramai di siang hari.pada malam hari-pun lokasi ini banyak dikunjungi para wisatawan.mereka yang datang di malam hari selain ingin menikmati suasana malam hari di perkemahan racaunpas yang nggak jauh dari lokasi wisata cimanggu ini.so,buat para bikers,nggak ada salahnya bila kawasan ciwidey masuk dalam agenda touring group anda.
RANCABALI
Perkebunan rancabali terletak di kecamatan ciwidey kabupaten bandung,18 km kea rah selatan atau 50 km dari bandung.daerah ini terletak di ketinggian 1628 m di atas permukaan laut.rancabali mempunyai dua komoditif usaha,yaitu the dan kina dengan areal prodiktif seluas 1550 ha berada di kaki gunung patuha.perkebunan ranca bali memiliki dua buah pabrik,pbrik the orthodoks dan CTC.
Langganan:
Postingan (Atom)

